PELANGI 2 : PATIENT VS CONSUMERS

Dear all

Selamat pagi
Belum sempat buat bunga rampai … tapi saya lihat
yang penting2 sudah ditanggapi termasuk pertanyaan
teman pak samsul

Sudah beberapa bulan kita “gunjang ganjing” mulai saat
RUU praktik kedokteran … yang meskipun mengundang
banyak “protes” … tetap saja disahkan .. laiknya
“anjing menggonggong kafilah berlalu”

kemarin di Delta talk show memang ramai lalu lintas
sms… meski yg on air .. hanya sekelumit dari kulit
… mengingat keterbatasan waktu … tetapi intinya
… banyak sekali yang resah dengan kondisi layanan
kesehatan di Indonesia
Di lain pihak .. apakah krisi profesionalisme ini
hanya melanda profesi dokter saja? Ahhh saya tidak
berani menjawab

Nah… kemarin di milis ramai!!! di satu sisi banyak
pertanyaan “sensitif” mulai dari suplemen termasuk
PEDIASURE!! sampai dengan pola tatalaksana pasien di
salah satu RS swasta … sampai dengan tatalaksana hal
sepele seperti bisul … sampai dengan pertanyaan
Junice … apakah treatment yg diberikan pada bisul
anaknya Wulan merupakan salah satu bentuk malapraktek
dan bagaimana “menuntut”nya … lalu ada asupan dari
Ibu Yulia dan Triesti … TIDAK CUKUP KALAU SEKEDAR
MENCERDASKAN KONSUMEN … MESTI ADA BADAN (Ibu Yulia)
… MESTI ADA REGULASI DAN EMPOWEREMENT (Triesti)

Saya setuju sekali dengan Ibu Yulia dan Triesti ..
tapi…. hehehehe maapppp …. namanya juga Indonesia
… banyak tapiii nya:

1. Di Indonesia belum ada UU tentang mala praktek …
(buat Junice dan SP)

2. Di Indonesia sudah ada MKEK (Majelis Kehormatan
Etik Kedokteran) … canggih kan .. namanya aja keren
… tapiii … independensi nya? (itu pernah saya
tanyakan ketika talk show delta oktober lalu kepada
IDI)
Tapii … kemarin dari medan ada sms: apa kerja nya?
… kata Prof Iwan .. (Off air) .. silent is golden

3. Katanya … akan dibentuk semacam kounsil kesehatan
di Indonesia .. (menurut saya sih konsepnya mengikuti
safety council di UK) … tapii … tergantung …
siapa yang akan duduk di sana??? … kata seorang Guru
besar lhoo…

4. Kita tidak punya audit medik … bagaimana mau di
audit … guideline nya aja tdk jelas … apalagi
standar profesi ..

5. SISTEM PENDIDIKAN KEDOKTERAN. Kemarin (KE PROF
IWAN) dan dalam setiap kesempatan termasuk ketika saya
terlibat “pembicaraan seru” dengan ketua organisasi
profesi … saya katakan … lhooo YANG BERTUGAS
MENDIDIK DOKTER YA ORGANISASI PROFESI DAN PARA GURU
BESAR LAH…. saya mah orang kecill…
Sebenarnya … pendidikan nya sih bagus .. benar …
cuma ketika di lapangan .. di ruang konsultasi
berukuran 4×4 m (kadang lebih kecil hehehe) … ketika
berhadapan dengan para orang tua yang “tidak berdaya”
… God knows what happens!!

6. ATURAN MAIN ..hasil brainstorming sana sini ..
yaaah itu mesti dari ATAS … Pemerintah … dalam hal
ini Menkes
Di lain pihak… di Indonesia nih banyak aturan main
yang baik .. ideal … tapi implementasi nya? (ketika
bincang2 soal RUD di WHO)

7. Di lapangan ..dalam layanan kesehatan di Indonesia
.. dalam setiap kesempayan termasuk kemarin… selalu
saya tekankan bahwa ada 3 pelaku utama: tenaga medis –
unit layanan kesehatan – pasien (PENGGUNA JASA LAYANAN
KESEHATAN)… karena sistem asuransi di Indonesia juga
masih amburadul jadi saya tdk memasukkannya

Di otak saya … atas dasar semua butir di atas..

1. Mau bikin Badan apa lagi? Kalau tidak (bisa
)berfungsi bagaimana?
Idealnya .. ada badan independen .. seperti kata Ibu
Yulia .. yang murni dan atas dasar kepedulian tingi
… siapa yg punya enersi? Ibu Emmy Hafiizh? Ibu
Yulia? Ibu Rosalina Syahriar? hehehe maaf saya sebut
beberapa nama di milis ini … siapa tahu memang bisa
dan sanggup dan mau …

2. Berapa tahun butuh waktu untuk administrasi,
birokrasi kalau mau buat badan, mau buat UU, mau buat
aturan main, mau menyusun guideline yg paling up to
date…belum lagi .. implementasi nya … legal aspek
nya…

3. Bukankah di negara miskin sebesar Indonesia .. pada
dasarnya memang kita tdk bisa bergantung pada
pemerintah semata … peran serta masyarakat akan
sangat dibutuhkan dalam suatu proses pembangunan
kesehatan (BOCORAN TOPIK DELTA MEDIKA JANUARI YAD …
INSYA ALLAH)
Saya yakin .. Depkes .. suatu saat akan merangkul
badan2 non pemerintah .. misalnya … saat Dharma
wanita masih ada .. kan bisa dipake (masih ada gak sih
sekarang … maappp)… atau PKK… atau apa ajalah

4. Kalau lihat SE DirJen Yan med soal hak dan
kewajiban dokter, RS, dan pasien… disitu dinyakana
bahwa konsepnya timbal balik, yang menjadi hak di satu
pihak … merupakan kewajiban di pihak lainnya …
misalnya .., Dokter berhak untuk memperoleh informasi
yg obyektif dari pasien .. sebaliknya .. pasien
berkewajiban memberikan informasi yg obyektif
atau ..dokter berkewajiban memberikan layanan medis
yang terbaik sesuai profesinya .. maka sebaliknya ..
pasien berhak memperoleh layanan kesehatan yang
terbaik
Maknanya? Pada dasarnya …pasien .. punya “power” …
pasien punya kekuatan untuk menentukan pasar…
Asalkan … ia tidak memposisikan dirinya sebagai
pihak yang lemah … pihak yang tidak berdaya …

Tentu saja … di lapangan tidak semudah dan seindah
itu … tapi .. itulah salah satu PR kita … hehehe
… kan banyak ya PR bangsa ini …
nah … karena saya ignorant … saya memilih ngerjain
PR yang kecilan aja dulu … mari kita sama2
memberdayakan diri … treat yourself as a client ..
as consumer rather than as a patient
Atau kita tetap mau jadi pihak yangnrimo… yang
mandah … yang pasrah bongkokan .. mau diapain nggih
monggo … ini uang nya bayaran buat kamu hehehehe ..
maaf kalau nyeleneh
maaf kalau tidak berkenan… anggap saja ini sarapan
pagi yang agak beda dari biasanya …

Love
wati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: