Cinta 4 : The Lands Of God

Dear all
Selamat pagi (maaf ya lupa seri keberapa Cinta ini
soalnya inboks kehapus semua hehehe)

Maaf baru bisa kontak sekarang. Perjalanan panjang
banget karena banyak transit…. dan buat saya yg
sejak th 2003 tdk pernah keluar dari wilayah jak sel
(keluar dari jaksel baru 2004 hehehe) .. benar2 suatu
“big leap” … lalu saya ngejar bikin report…
kemarin duduk di depan laptop seharian dan sore …
tewas!!! hehehe

Kedua .. komputer (lagi2) kena virus … Untung ada
Hafizh yg datang ke rumah 2 kali memperbaiki … ada
Luluk yg kasih asupan… otherwise…. tapi senin
nanti mau diambil katanya mau dicek motherboardnya
(padahal kemarin seharin dah dikutak katik sehingga
gak bisa pakai) dan katanya kalau mother board …
urusannya bisa at least 3 harian bahkan mungkin lebih.
Hiks ..Jadi mohon maaf minggu depan gak bisa kontak
kecuali… saya nekat gak dibenerin dulu hehehe

OK … mungkin ada yg bertanya … kenapa kok judul
nya Tanah para Dewa? Di India (pasti juga di Afrika
dan di Indonesia to some extend) … Ketika kita
menatap mata mereka … itulah mata Tuhan, mata para
Dewa. Sarat penderitaan, tetapi ada ketulusan dan
kepasrahan, ada keluguan dan keheningan.

Jaipur … kota kecil di belahan barat agak ke utara
dari New Delhi berjarak kira2 200 km. Tempat workshop
kami 15 km dari pusat kota. Sebenarnya, Jaipur adalah
kota wisata terletak di negara bagian Rajasthan dan in
fact… one of the best places in India …
sayangnya… saya tdk punya kesempatan untuk menikmati
kedekatan kultural karena padatnya jadwal lokakarya.

Kami tinggal din kampus IIHMR … suatu insitute
health management dan research yang sejak tahun 1987
an sudah gencar menyuarakan RUD.
Kampus ini kecil tetapi sangat asri…bangunannya dari
batu lokal berwarna merah tanah, desain sangat dekat
dengan alam disamping sangat hemat enersi.
Semua peserta tinggal di dormotory kampus, bersih
meski heater dan air panas gak jalan (baru tg 27 sore
teman dari swedia marah2 sehingga saya diberi heater
yg bagus dan bisa tidur nyenyak, bisa kerja di kamar).

Hari senin pagi 24 jan… saya coba workout sedikit ..
brrr dingin (gara2 gak boleh bawa koper berat … baju
dingin gak bawa cuma pullover aja hehehe). Jadi batal
deh, cuma sebentar aja … terus balik ke penginapan
tapi mereka meski tdk bisa bah inggris, cukup ramah.

sebelum acara dimulai saya kepingin banget telp rumah
untuk memberitahu bahwa segala sesuatunya under
control. Panitia meminta satpam sana menunjukkan
dimana saya bisa telp. Saya pikir mau dibawa ke kantor
kampus gak tau nya keluar kompleks kampus ke jalan
pusat menuju arah bandara dan di tengah ladang … ada
kios berwarna putih biru muda (hampir semua kios kayak
gitu warnanya) berukuran 1.5 x 2 m. Lalu si satpam
ngomong sama si empunya yg sambil tesenyum menunjukkan
telp ke saya.
Bodohnya saya… meragukan dia dan kiosnya. Bolak
balik tanya … “can I make an nternational phone call
from here”? hehehe dia cuma gedek2 aja hehehe setelah
3 kali bertanya dama berbagai bentuk kalimat … welll
saya pikir … saya coba aja .. putar deh no indo …
gak bisa … nah!! Dia gedek2 lagi, lihat ke telp
nya.. keluarin buku ternyata buku no kode (tidak
alfabet). Saya bilang udah bener kok .. 62 dulu. Coba
lagi gak bisa… hampir putus asa, terus dia dengan
berbagai bahasa hehehe putar 0 dua kali .. ohhh …
dan… horeee sukses… pas Gita yg terima
Saya selesai … saya tanya .. berapa?
Gedek2 .. bahasa tubu … gak usah bayar… mungkin
sebentar hehehe karena dia tunjuk2.
Saya ngotot mau bayar … gedek2 gak usah
Ok saya bilang… later this evening i will come back
and will make a longer phone call but I must pay!! I
insist!! dia gedek2 senyum…
Saya terperangah.
Balik ke ruang konferensi .. saya bicara sama
penanggung jawab Dr Nil… saya mau telp lagi tapi
saya mau bayar tolong tulis in Hindi!! dia bantu dan
sejak itu saya 4 kali bikin phone calls dan bayar!!
Murah!! Rasanya ngobrol lama tapi cuma 38 rupees
(kalikan Rp 210 deh)

Peristiwa menarik kedua … India melakukan
penghematan listrik. Setiap hari jam 9 – 11 listrik
dimatikan. Kadang malam juga jadi saya perlu beli
lilin dan korek. Saya jalan pagi2, brrr, cari warung
.. keluar kampus… lengang banget… cuma ada ladang
kering dan beberapa kerbau. Lalu ketemu gubuk kecil
kumuh yg ternyata jualan teh dan semacam supermie.
Saya mau tanya tapi gimana komunikasinya… untung ada
satpam kampus lagi minum teh, kebetulan dia rada
ngerti inggris sepatah2 .. I need candels and match
sir!! Wah dia senang dipanggil Sir karena di India,
hanya kaum terpelajar yg disapa Sir. Setelah dibantu
bahasa tubuh dia ngomong sama ibu kurus pemilik warung
.. gedek2 kepalanya … lalu dikasih 1 lilin dan satu
korek api. berapa? Saya keluarin 50 rupee (pengalaman
kan kalau sama org asing suka dimahalin hehehe …
jelek ya saya)… kata satpamnya .. no no.. katanya
small.. maksudnya murah .. murah banget (gak tau
berapa) tapi saya sungguh trenyuh!!

Pengalaman ketiga … ke community health center di
suatu distrik kecil padat Sangareena. Kondisinya
kurang lebih sama dengan puskesmas kita tetapi lebih
besar meski lebih gelap (mungkin karena listrik pas
lagi dipadamkan ya) tapi ventilasi kurang baik.
Oh my God… look at those eyes… THE EYES OF THE
BEHOLDERS!!
Perempuan kurus (buruh kasar, petani ladang), para
ayah muda that seem at a lost having sick wife or
baby… (“mesti bolos kerja, means kehilangan
pemasukan” itu barangkali yg ada di benaknya … who
knows…).
Mata anak2 yang bulat hitam besar memandang penuh
keluguan….
Tuhan… dalam penderitaan aku melihat kasih sayangMu.
Dalam kesusahan.. aku merasakan belaianMu.
Sulit menggambarkan perasaan saya saat itu… The
beautiful India… The place of “JOY”
Pernaha baca buku terkenal yug dibuat film.. The City
of Joy? Tentang Bombay dan penderitaan anak manusia?

Tuhan … Indonesia jauh lebih “kaya” tetapi kita amat
tidak bijak. Kita importir beras terbesar, India dg
penduduk 1,2 milyar mengekspor beras
India punya industri obat yg bisa memenugi 98%
kebutuhan dalam negeri sekaligus diekspor termasuk ke
USA (FDA akan bikin kantor di India karena mereka
banyak pakai obat produksi India) … Indonesia.. satu
pabrik obat generik mati!! Bangkrut… dan mayoritas
resep obat branded … import (berapa banyak kantung
negara dan kantung pasien dikuras)

Tidal sedikit yg menyapa ketika saya baru kembali dari
India .. Wat gimana India .. pasti lebih ancur ya dari
kita?!
Hehehe siapa bilang.
Banyak deh saya bisa ajukan argumentasi (tapi nanti
kepanjangan) … Institusi pendidikannya bagus.
Researchnya maju. ITnya hebat.
Institusi pendidikan kedokteran mereka sangat vokal
menyuarakan RUD!!…. Gurur besarnya pada turun ke
lapangan!! Kasih contoh.

Anak2ku sayang .. banyak sekali yg ingin saya share
dengan kalian… about the beautiful India … beauty
from the other sides of observation… bukan keindahan
physical semata…
lain kali ya
Selamat bekerja
have a nice week end
Semoga ada ruang sedikit buat kontemplasi
Apa yg bisa kita lakukan buat anak cucu kita??

Love you all
and please be known that I am deeply touched by all
the birthday greetings (need to write a separate
letter about it hehehe)

wati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: