Archive for March, 2005

Cinta 6 : Indonesiaku Sayang

Jakarta, 31 Maret 2005
Jam 00.45

Teriring doa dan kasih untuk saudara-saudara kita di
Kepulauan Nias

Sejak kecil, telah tertanam kebanggaan akan negara
ini. Indonesiaku yang gemah ripah loh jinawi (entah
apa itu artinya kini buat saya … maaf)
Negara agraris yang subur (tetapi importir beras
terbesar), negara dengan hutan tropis (tetapi hutan
gundulnya 3.8 juta hektar), negara maritim dengan
ratusan pulau dan dengan nenek moyang pelaut yang
melanglang buana dengan kapal pinisi (tetapi tidak
mampu menjaga kesejahteraan anak bangsa di pulau-pulau
nan jauh dari hiruk pikuk Jawa dan Sumatera).

Begitu menjadi dokter, berbagai tawaran saya tolak
halus karena saya ingin bekerja berdampingan dengan
hutan tropis di Kalimantan. Suatu keputusan yang
membingungkan buat keluarga besar saya (yang
sepertinya jauh lebih realistis ketimbang saya …)

Sengaja saya duduk di sisi jendela pesawat Casa
membawa kopor dan seberkas tebal administratif dari
DepKes (yang belum beres tetapi saya tinggal saking
lamanya dan bertele-tele). Sebelum mendarat di
Kalimantan Timur … saya layangkan mata sejauh bisa
memandang. Tuhan… Mana hutanku? Mana Hutanku?? Bisu
…hening membingungkan hanya lambaian ilalang di
padang gersang tertimpa terik matahari.

Sabar… sabar … kita lihat nanti dalam perjalanan
darat ke pedalaman 350 km. Sukacitanya saya setiap
kali melihat batang pohon kokoh dan rimbun … tetapi
bukan sukacita mendalam karena proporsinya yang amat
kecil ketimbang padang ilalang.
Dan .. Sesampainya di
“lokasi”, kelangkaan air sangat menyentak anak Jakarta
yang naif ini.
Dan … Bila kemarau tiba … kesedihan bertambah
akibat asap asap dan asap … padang ilalang silih
berganti terbakar
Menteri Pemuda mau datang … wahhh mesti ada kegiatan
kabupaten ini … bak kisah Aladin atau kisah
tangkuban perahu dalam seminggu berdirilah suatu DESA
PEMUDA .. di atas suatu bukit terpencil. Ditanami
beberapa tanaman palawija, tanaman poenghias, tetapi
yang paling berkesan … pohon cabe kurus dengan
buahnya sebesar kelingking kurus… Pusing kepala …
benar2 proyek ABS yang mahal dan menyepelekan hati
nurani rakyat

Kerja sosial ke desa transmigrasi .. Saya pulang
dengan hati sesak… tanah tandus tak ada air…
petani jawa di “paksa” bedol deso tetapi tak bisa
bercocok tanam. Si ayah pun pergi mbecak di ibukota
propinsi … tinggal ibu-ibu anemis meneteki anak-anak
buncit berambut “pirang” karena kurang gizi. Kudis,
kurap, diare, santapan sehari-hari

Angka abortus dengan dukun paraji … sangat mencolok
… bagaimanalagi kalau anak sudah 5 tetapi suami
tidak/belum membolehkan sang istri berKB karena ..
kegiatan edukatif informatif tidak ada. Cara
aborsinya? anting pohon para (karet) dimasukkan ke
vagina dicucuk-cucuk sukur2 bisa masuk ke rahim.
Seminggu kemudian ibu datang toksik pucat demam tinggi
dengan nanah berbau busuk mengalir dari vagina… Mau
marah mau nangis tapi sama siapa???

BKKBN? sibuk menulis angka akseptor baru padahal
akseptor kondom dan pantang berkala .. IUD? Cuma 3
akseptor se kabupaten itupun pendatang dari Jawa
Mulailah serangkaian kegiatan ceramah KB yang
ditujukan untuk?? BAPAK-BAPAK… alhamdulillaah …
bertambah satu persatu. Meski obat KB suntik selalu
habis karena ternyata dijual Rp 5000 di pasar mingguan
(pasar kan hanya sekali seminggu). Diam-diam meski
BKKBN unhaqppy, saya tetap mencatat angka drop out
bukan sekedar akseptor baru.

Ambil spesialisasi .. masalah lingkungan terlupakan
meski hari-hari terus bergulat dengan penderitaan
manusia .. [penderitaan dalam bentuk sesungguhnya
(kalau kuta miskin … lalu sakit parah … nahhh
kiamattt!!!).
Ahhh … dapat beasiswa shor course di King’s College
… EAGER!!! EXCITED!! … KAYAK APA LAYANAN KES ANAK
DI SANA? Maafffff lain kali aja … ibarat bercerita
dua belahan dunia yg bertolak belakang

Pulang ke Indo … Dapat beasiswa di Groeningen
…untuk PhD bile acid transport (wahhh kalau diambil
… jadi pakar langka saya … travelling terus “jual
ilmu” dan gak kenal milis sehat hehehe)… tapi …
kerja dulu deh di Purwakarta … RS Bayu Asih saya
pilih untuk bekerja sebagai DSA. Kan sudah 5 tahun
lebih di JKalimantan… saya agak trauma .. kalau
Jabar kan dibuat ketika Tuhan sedang tersenyum (begitu
kata alm MA Brouwer) … Purwakarta kan antara Bandung
dan jakarta … saya membayangkan akan menghadapi
kehijauan dan keteduhan, serta KEMAKMURAN penduduknya

Naif sekali tidak juga belajar dari pengalaman? …
Keseharian diisi anak kurang gizi, TBC,
gastroenteritis, meningitis, dst dst. Tuhan… kapan
saya berhenti melihat penderitaan di bumi Indonesiaku
ini? Setaip pagi, duduk berderet dengan patuh
perempuan-perempuan muda yang tampak jauh lebih btua
dari suianya (beda benar denga nperempuan Jakarta yang
sibuk buat appointment di klinik perawatan kulit, anti
aging dll ahhh). Perempuan muda menggandeng si kakak
batita yang ingusan kurus dan merengek minta jajan
pasar sedang si adek 10 bulan sibuk ngempeng payudara
kempot….
Si kakak .. TBC karena tidak pernah imunisasi (dan
sepertinya ibu bapaknya juga TBC) … obat TBC
pemerintah sering kehabisan … beli gak sanggup ..di
lain sisi .. menjelaskan cara pemberian obat sungguh
menyedihkan karena perempuan2 itu kebanyakan buta
aksara…

Mana kemakmuran tanah jawa barat? Sawah pantura diubah
jadi padang golf dan area industri (luarr biasa”
bijaknya” kita ini ya)… lumbung padi Jawa diporak
prandakan. Jatiluhur kembang kempis dikelilingi tanah
gersang. Satu tahun pun berlalu … kembali ke Jakarta
… gak jadi ke Groeningen … kelamaan kata kepala
bagian … jangan ambil PhD dulu … kerja aja dulu

Iseng2 .. ikut AusAid hehehe ternyata 99% bukan dokter
artinya … kebanyakan dokter kalau sekolah ya non
degree .. karena lama (gak bisa praktek kan) kedua ..
saringan nya itu lhooo ampuun … Berangkat dan …
happyyyyyyy … kok bisa? Gak nasionalsi ya!!
Bagaimana tidak? Ketika mampu memberikan yang terbaik
tanpa mesti mikir pasiennya punya duit atau nggak…
tanpa mesti putar otak … Baru 3 hari yl dah keluar
225 ribu rupiah nyumbang bayar lab dan CT scan …
masak hari ini mesti rogoh saku lagi … tapi kalau
gak dibantu … mana mungkin bisa ditangani dengan
baik. Di sana … semua asuransi dan semua memperoleh
layanan terbaik.
Ketika akan kembali … pesta perpisahan .. saya
ditanya .. What will you miss most once you leave us
behind?
I will miss 2 things. First the beauty of your health
care system (Meski semua negara maju memiliki sistem
asuransi yang saya dambakan … ada satu yg membedakan
Australia dari negara maju lainnya … Australia
satu2nya negara di dunia dimana harga obat diatur
pemerintah … jadi bukan hanya jenis obat yang
ditentukan tetaoi harganya juga). The second thing
that I will miss is … parkas, gardens, trees,
tropical forest in east Australia.

Pulang … suami ditempatkan di Sumut … Wahhh
asyiiik nih … ada danau Toba … ternyata .. gersang
karena pepohonan habis ditebang oleh pabrik pulp dan
korek api serta sumpit … gilaaaa.
Jakarta semakin padat dan polluted … coba simak
olimpiade fisika yg baru lalu. Pemenangnya dari Papua,
Kediri, Madiun … kok bukan dari Jakarta, surabaya
atau Bandung? Kenapa????? Kan di kota2 metropolitan
ini banyak SEKOLAH PLUS … sekolaha MEGA MAHAL bi
lingual….. Kok anak2 dari kota kecil? Kota kecil
yang tidak polluted?! … Sadarkah kita bahwasanya
pembakaran premium dan premix 100% menyumbang timbal
ke udara negara tercinta ini. Sekolah SD PLUS di
Bandung misalnya… ketika murid2nya diperiksa darah
… ternyata kadar timbalnya tinggi … Aduuh timbal
kan berdampak negatif terhadap intelegensia …saya
bodoh juga gara2 timbal?

Batam … asyiiik bakal lihat kampung tradisional dan
pepohonan … ternyata pembangunan diidentikkan dengan
penebangan pohon gila-gilaan. Luar Biasa!!!!
Sediihnyaaaa
Terik membakar padahal tidak jauh di sana Singapura
hijau dan hujan … Saya berdoa … semoga anak muda
Batam (dipimpin Liza dan suami dan panitia Pesat
3Batam lainnya? hehehehe) berinisiatif membuat gerakan
menanam sejuta atau seribu atau sepuluh pohon … di
taman di pinggiran got dimana saja .. semoga bisa
membuat appeal ke pimpinan badan otorita agar gerakan
ini di support.

Gerakan yang berawal dari komunitas biasanya lebih
efektif …dengan sayarat … kaum muda memang mesti
meningkatkan kesadaran akan lingkungannya .. kesadaran
akan PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
Semoga Batam, Kalimantan, Sumatera, jawa, dan seluruh
Indonesia … kembali hijau. Sirna banjir, sawah
menguning dan Ibu Pertiwi pun tersenyum dalam
tidurnya.

Ajari anak-anak mencintai lingkungan sejak dini. Mulai
di rumah. Pisahkan sampah organik dengan non organik
yang punya pekarangan .. tanami pohon … kalau tidak
pot .. dan buat gerakan RT menanam pohon!! ..
perhatikan dranase .. pasti DB pu n “takut”
menyerang…

Ahhhh maaf … panjang ya … kalau bisan boleh di
delete. Tadi kok ya pas … di CNN …. The hreat of
Global warming.

Selamat pagi …mau tidur mimpi indah di tepian sawah
atau di jalan setapak hutan belantara.

Love
wati

Advertisements

Leave a comment »

PELANGI 7 : Let’s Do the Tango

Jakarta 21 Maret 2005
(01.28)

Ahhh kalau semua sudah lelap tidur … hening … enak
nulis, bikin slide buat
Batam (soalnya tadi sore my body ….) ditemani suara
dengkur dari kamar depan
dan ruang tengah hehehe (suami kalau saya belum tidur
kok tidurnya di sofa atau
di lantai ya hehehe)

The Scent of a Woman. Pernah lihat kan film ini…
Bintang utamanya Al Pacino.
Berperan sebagai veteran Perang Dunia ke II yang buta
… konon sang veteran
(sedang frustasi dan desperate) berencana untuk
menyenangkan dirinya … memakai
semua persediaan uangnya dengan ditemani seorang
“pengawal” sewaan temporer …
sebelum “tamat” riwayat hidupnya

Si pengawal .. anak muda SMA yang lugu dan dari latar
belakang keluarga yang
tidak harmonis … baru menyadari “rencana asli” sang
veteran saat mereka sudah
berada
di New York berakhir pekan di suatu suite mewah hotel
super mewah.
Makan malam di restoran mewah terasa menyekat
kerongkongan si anak muda …
Padahal musik mini orchestra mengalun indah …
Tiba2 saja hidung sang “bapak” mencium harum minyak
wangi … ia berasumsi …
perempuan yang duduk di sebelah mereka adalah
perempuan muda yang menarik
Berdirilah ia .. menegur sopan sang gadis belia …
saat musik mengalun berirama
tango

“Would you like to have a dabce with me?” Gitu kira2
sapanya
“Sir, I do not know how to tango”
Leave it to me … I will guide you through the dance
floor”

Dear all
Sabtu kemarin .. saya mencoba mengajak peserta Pesat3A
untuk kontemplasi perihal
pola layanan kesehatan yang terbaik … yaitu pola
layanan kesehatan yang cost
effective (cost di sini artinya luas … semua bentuk
“harm” tergolong dalam
cost). Kedua … layanan kesehatan yang terbaik adalah
ketika kunjungan ke
dokter … terjadi proses advocacy atas dasar sharing
information dan berakhir
pada shared decision making

Intinya … pola layanan kesehatan yang baik merupakan
suatu kerjasama kemitraan
antara pasien dengan dokternya
Pada hakikatnya … hibungan antara pasien dengan
dokter laiknya dua orang yang
sedang berdansa
Dua pihak yang sepakat untuk bekerjamasa, menyesuaikan
langkah dan irama
sehingga tercipta suatu harmoni yang indah

Dokter membimbing si pasien (seperti Al Pacino yg
meski buta … membimbing si
gadis di lantai dansa)
Di lain pihak, kalau mau jadi mitra .. si pasien harus
berusaha untuk belajar…
menguasai masalah kesehatan dasar … mau bertanya dan
mau memberikan asupan
(kalau partner dansanya terlalu cepat misalnya …
kita beri asupan … pelan2
dong hehehe

Ok selamat bermitra
kalian sudah mulai banyak belajar
satu tahapan lagi yang perlu dilakukan
beri dokternya asupan
misalnya
dok .. tempo hari waktu dikasih antibiotika … saya
gak tebus resepnya karena
kan flunya karena virus
atau
dok .. saya tidak mau diberi puyer .. sirup aja deh,
generik ya dok .. pleaseee

Intinya … jangan pula kalian belajar tango sendirian
… mahir dan piawai
sedangkan partnernya gak bisa tango
kan repot ya
Oleh karena itu, wisely and nicely
tell your doctor … inform him/her
kalau resepnya gak ditebus,
kalau punya rtikel bagus .. tinggal di mejanya …
tanda cinta dok .. sambil
senyum manis mengerling
pasti luluh hati sang dokter ya gak siiih

Percayalah .. kalian akan bermitra dengan indah
Dansa kalian berdua akan sangat harmonis daN elegant
Butuh waktu dan kesabaran .. tapi bukan tak mungkin

You and your doctor
It takes two to tango

wati

Leave a comment »

Antibiotik? Siapa Takut?

by Dr. Purnamawati SpAK MMPed

Mungkin begitulah kira2 pikiran kebanyakan pasien Indonesia ketika diberi resep oleh dokternya ketika berobat…karena sudah seringnya diberi AB, kita langsung aja meminumnya tanpa mempertanyakan dahulu apakah benar kita perlu AB? Lalu kapan sih kita perlu dan kapan tidak? Summary ini membahas dengan singkat apa itu AB dan beberapa topik yang berhubungan…..

Apa itu AB?
AB ditemukan oleh Alexander Flemming pada tahun 1929 dan digunakan untuk membunuh bakteri secara langsung atau melemahkan bakteri sehingga kemudian dapat dibunuh dengan sistem kekebalan tubuh kita. AB ada yang merupakan :

1. produk alami,
2. semi sintetik, berasal dari alam dibuat dengan beberapa perubahan agar lebih kuat, mengurangi efek samping atau untuk memperluas jenis bakteri yang dapat dibunuh, 
3. full sintetik.

Jenis AB:
1. Narrow spectrum, berguna untuk membunuh jenis2 bakteri secara spesifik. Mungkin kalau di militer bisa disamakan dengan sniper, menembak 1 target dengan tepat. AB yang tergolong narrow spectrum adalah ampicillin dan amoxycilin (augmentin, surpas, bactrim, septrim).
2. Broad spectrum, membunuh semua jenis bakteri didalam tubuh, atau bisa disamakan dengan bom nuklir. Dianjurkan untuk menghindari mengkonsumsi AB jenis ini, karena more toxic dan juga membunuh jenis bakteri lainnya yang sangat berguna untuk tubuh kita. AB yang termasuk kategori ini adalah cephalosporin (cefspan, cefat, keflex, velosef, duricef, etc.).

Bakteri
Bakteri berdasarkan sifat fisiknya dapat dibagi menjadi dua, yaitu gram positif (+) dan gram negatif (-). Infeksi dibagian atas difragma (dada) umumnya disebabkan oleh bakteri gram (+) sedangkan infeksi dibagian bawah difragma disebabkan oleh bakteri gram (-). Biasanya, infeksi yang disebabkan oleh gram (+) lebih mudah dilawan. Didalam tubuh kita banyak sekali terdapat bakteri, bahkan salah satu kandungan ASI adalah bakteri. Jadi, sebenarnya, kebanyakan bakteri tidaklah “jahat”. Manfaat bakteri diusus kita adalah:
1. bakteri mengubah apa yang kita makan menjadi nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.
2. memproduksi vitamin B & K.
3. memperbaiki sel dinding usus yang tua dan sudah rusak.
4. merangsang gerak usus sehingga kita tidak mudah muntah (konstipasi).
5. menghambat berkembang biaknya bakteri jahat dan secara tidak langsung mencegah tubuh kita agar tidak terinfeksi bakteri jahat.

Sekarang kita tahu manfaatnya, jadi jangan lagi minum AB tanpa alasan yang jelas, karena hal ini akan membunuh bakteri yang baik tersebut.

Virus

Walaupun sesama mikro-organisme, virus ukurannya jauh lebih kecil
dibandingkan dengan bakteri. Mereka berkembang biak dengan mengunakan sel tubuh kita, jadi virus akan mati bila berada diluar tubuh. Catatan penting: virus tidak dapat dibunuh oleh obat dan AB sama sekali tidak bekerja terhadap virus. Virus hanya bisa dibasmi oleh sistem imun atau daya tahan tubuh kita, salah satunya adalah dengan demam. Demam merupakan bagian dari sistem daya tahan tubuh yang bermanfaat untuk membasmi virus, karena virus tidak tahan dengan suhu tubuh yang tinggi. Jadi apabila anak/anda mengalami demam, sebaiknya tidak diobati apabila suhu tubuhnya tidak terlalu tinggi. Untuk petunjuk lebih lanjut, buka e-mail terdahulu yg membahas demam.

When AB doesn’t work?

Menurut penelitian, ada 3 kondisi yang umumnya diterapi dengan AB, yaitu :
1. Demam, 

2. Radang tenggorokan, 
3. Diare. Padahal, sebenarnya, penggunaan AB untuk kondisi diatas tidaklah tepat dan tidak berguna. Dibawah ini petunjuk kapan AB tidak bekerja:
1. Colds & Flu
2. Batuk atau bronchitis
3.Radang tenggorokan
4. Infeksi telinga. Tidak semua infeksi telinga membutuhkan AB.
5. Sinusitis. Pada umumnya tidak membutuhkan AB.

Penggunaan AB tidak pada tempatnya dan berlebihan tidak akan
menguntungkan, bahkan merugikan dan membahayakan.

When do we need AB?
Dibawah merupakan beberapa jenis infeksi bakteri yang umumnya terjadi dan membutuhkan terapi AB:
1. Infeksi saluran kemih
2. Sebagian infeksi  telinga tengah atau biasa disebut otitis media
3. Sinusitis yang berat (berlangsung lebih dari minggu, sakit kepala,
pembengkakan di daerah wajah)
4. Radang tenggorokan karena infeksi kuman streptokokus (umumnya menyerang anak berusia 7 tahun atau lebih sedangkan pada anak usia 4 tahun hanya 15% yang mengalami r adang tenggorokan karena kuman ini)

How do I know this is bacterial infection?
Untuk mengetahui apakah ada infeksi bakteri biasanya dengan melakukan kultur yang membutuhkan beberapa hari  untuk observasi. Contohnya apabila dicurigai adanya infeksi saluran kemih, lab. mengambil sample urin dan kemudian dikultur, setelah beberapa hari akan ketahuan bila ada infeksi bakteri berikut jenisnya.

Efek Negatif AB
Dibawah adalah efek samping yang dialami pemakai apabila mengkonsumsi AB;
1. Gangguan saluran cerna (diare, mual, muntah, mulas) merupakan efek
samping yang paling sering terjadi.
2. Reaksi alergi. Mulai dari yang ringan seperti ruam, gatal sampai dengan yang berat seperti pembengkakan bibir/kelopak mata, gangguan nafas, dll.
3. Demam (drug fever). AB yang dapat menimbulkan demam bactrim, septrim, sefalsporoin & eritromisin.
4. Gangguan darah. Beberapa AB dapat mengganggu sumsum tulang, salah satunya kloramfenikol.
5. Kelainan hati. AB yang paling sering menimbulkan efek ini adalah obat
TB seperti INH, rifampisin dan PZA (pirazinamid).
6. Gangguan fungsi ginjal. Golongan AB yang bisa menimbulkan efek ini
adalah aminoglycoside (garamycine, gentamycin intravena),
Imipenem/Meropenem dan golongan Ciprofloxacin. Bagi penderita penyakit ginjal, harus hati2 mengkonsumsi AB.

Pemakaian AB tidak pada tempatnya dan berlebihan (irrational) juga dapat menimbulkan efek negatif yang lebih luas (long term), yaitu terhadap kita dan lingkungan sekitar, contohnya:
1.  Irrational use ini juga dapat membunuh kuman yang baik dan berguna yang ada didalam tubuh kita. Sehingga tempat yang semula ditempati oleh bakteri baik ini akan diisi oleh bakteri jahat atau oleh jamur. Kondisi ini disebut juga sebagai “superinfection”.

2. Pemberian AB yang berlebihan akan menyebabkan bakteri2 yang tidak
terbunuh mengalami mutasi dan menjadi kuman yang resistance terhadap AB, biasa disebut SUPERBUGS. Jadi jenis bakteri yang awalnya dapat diobati dengan mudah dengan AB yang ringan, apabila ABnya digunakan dengan irrational, maka bakteri tersebut mutasi dan menjadi kebal, sehingga memerlukan jenis AB yang lebih kuat.
Bayangkan apabila bakteri ini menyebar ke lingkungan sekitar. Lama
kelamaan, apabila pemakaian AB yang irrational ini terus berlanjut, maka
suatu saat akan tercipta kondisi dimana tidak ada lagi jenis AB yang dapat membunuh bakteri yang terus menerus bermutasi ini. Hal ini akan membuat kita kembali ke zaman sebelum AB ditemukan, dimana infeksi yang diakibatkan oleh bakteri ini tidak dapat diobati sehingga angka kematian akan drastis melonjak naik.

Note: Semakin sering mengkonsumsi AB, semakin sering kita sakit. The less you consume AB, the less frequent you get sick.

Inappropriate AB Use
Berjuta2 resep ditulis yang mencantumkan AB untuk infeksi virus, padahal kita semua tahu AB tidak berguna untuk memerangi virus. Ada 3 alasan mengapa apparopriate use of AB ini terjadi, yaitu:
1. Diagnostic uncertainty.
2. Time pressure.
3. Patient Demand.”People don’t want to miss work or they have a sick
child who kept the family up all night and they’re willing to try anyhing
that might work”. It’s easier for the physician to give AB than to explain
why it might be better not to use it.

Benar, seringkali kitapun sebagai pasien juga berperan didalam AB
irrational use ini. Sudah terbentuk persepsi didalam pasien Indonesia,
dimana kita beranggapan bahwa kalau pulang dari kunjungan dokter itu harus membawa resep. Malah akan aneh kalau kita tidak pulang dengan membawa resep. Hal ini justru mendorong dokter untuk meresepkan AB ketika tidak diperlukan. Sebaiknya sikap ini sedikit demi sedikit kita hilangkan.

How Can We Help?
1. Rubah sikap kita ketika berkunjung ke dokter dengan menanyakan; Apa penyebab penyakitnya? bukan apa obatnya.
2. Jangan sedikit2 minta dokter untuk meresepkan AB. Jangan mengkonsumsi AB untuk infeksi virus seperti flu/pilek, batuk atau radang tenggorokan. Kalau merasa tidak nyaman akibat infeksi tsb. tanya dokter bagaimana cara meringankan gejalanya, tetapi tidak dengan AB.
3. Tidak mempergunakan Desinfektan dirumah, cukup dengan air dan sabun. Hanya diperlukan bila di rumah ada orang sakit dengan daya tahan tubuh rendah (pasca transplantasi, anak penyakit kronis, pemakaian steroid jangka panjang, dll.).

Battle of the Bugs: Fighting AB Resistance
Masalah bakteri yang kebal terhadap AB (AB resistance) ini telah menjadi masalah global dan sudah sejak beberapa dekade terakhir dunia kedokteran mencanangkan perang terhadap AB resistance ini.
Ada petunjuk yang dapat dilakukan untuk perihal pemakaian AB yang
rasional, yaitu:
1. Kurangi pemakaian AB, jangan menggunakan AB untuk infeksi virus.
2. Gunakan AB hanya bila benar2 diperlukan dan mulailah dengan AB yang ringan atau narrow spectrum.
3. Untuk infeksi yang ringan (infeksi saluran nafas, telinga atau sinus)
yang memang perlu AB, gunakan AB yang bekerja terhadap bakteri gram (+).
4. Untuk infeksi kuman yang berat (infeksi dibawah diafrgma, seperti
infeksi ginjal/saluran kemih, apendisitis, tifus, prneumonia, meningitis
bakteri) pilih AB yang juga membunuh kuman gram (+).
5. Hindari pemakaian lebih dari satu AB, kecuali TBC atau infeksi berat di
rumah sakit.
6. Hindarkan pemakaian salep AB, kecuali untuk infeksi mata.

Rule fo Thumb
Bila anda memperoleh terapi AB, pertanyakanlah hal2 berikut:
1. Why do I need AB?
2. Apa yang dilakukan AB?
3. Apa efek sampingnya?
4. Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya efek samping?
5. Apakah AB harus diminum pada waktu tertentu, misalnya sebelum atau sesudah makan?
6. Bagaimana bila AB ini dimakan bersamaan dengan obat yang lain?
7. Beritahu pula bila anda mempunyai alergi terhadap suatu obat atau
makanan, dll.

Final Message
Sebagai konsumen kesehatan yang bertanggung jawab, sebaiknya kita juga berperan aktif dengan cara menggali dan mempelajari pengetahuan dasar ilmu kesehatan. Dengan begitu kita akan menjadi konsumen kesehatan yang smart and critical. So, semoga tulisan ini dapat menambah pengetahuan dasar ilmu kesehatan para pembaca.

Tulisan ini dibuat bukan untuk menentang pemakaian AB. Sebaliknya kita
harus mengetahui bagaimana pemakaian AB yang benar dan tepat karena justru AB yang irrational akan menyebabkan AB menjadi impotent atau kehilangan manfaatnya. Antibiotics save lives, therefore we also have to save Antibiotics.

Comments (5) »

%d bloggers like this: