PELANGI 7 : Let’s Do the Tango

Jakarta 21 Maret 2005
(01.28)

Ahhh kalau semua sudah lelap tidur … hening … enak
nulis, bikin slide buat
Batam (soalnya tadi sore my body ….) ditemani suara
dengkur dari kamar depan
dan ruang tengah hehehe (suami kalau saya belum tidur
kok tidurnya di sofa atau
di lantai ya hehehe)

The Scent of a Woman. Pernah lihat kan film ini…
Bintang utamanya Al Pacino.
Berperan sebagai veteran Perang Dunia ke II yang buta
… konon sang veteran
(sedang frustasi dan desperate) berencana untuk
menyenangkan dirinya … memakai
semua persediaan uangnya dengan ditemani seorang
“pengawal” sewaan temporer …
sebelum “tamat” riwayat hidupnya

Si pengawal .. anak muda SMA yang lugu dan dari latar
belakang keluarga yang
tidak harmonis … baru menyadari “rencana asli” sang
veteran saat mereka sudah
berada
di New York berakhir pekan di suatu suite mewah hotel
super mewah.
Makan malam di restoran mewah terasa menyekat
kerongkongan si anak muda …
Padahal musik mini orchestra mengalun indah …
Tiba2 saja hidung sang “bapak” mencium harum minyak
wangi … ia berasumsi …
perempuan yang duduk di sebelah mereka adalah
perempuan muda yang menarik
Berdirilah ia .. menegur sopan sang gadis belia …
saat musik mengalun berirama
tango

“Would you like to have a dabce with me?” Gitu kira2
sapanya
“Sir, I do not know how to tango”
Leave it to me … I will guide you through the dance
floor”

Dear all
Sabtu kemarin .. saya mencoba mengajak peserta Pesat3A
untuk kontemplasi perihal
pola layanan kesehatan yang terbaik … yaitu pola
layanan kesehatan yang cost
effective (cost di sini artinya luas … semua bentuk
“harm” tergolong dalam
cost). Kedua … layanan kesehatan yang terbaik adalah
ketika kunjungan ke
dokter … terjadi proses advocacy atas dasar sharing
information dan berakhir
pada shared decision making

Intinya … pola layanan kesehatan yang baik merupakan
suatu kerjasama kemitraan
antara pasien dengan dokternya
Pada hakikatnya … hibungan antara pasien dengan
dokter laiknya dua orang yang
sedang berdansa
Dua pihak yang sepakat untuk bekerjamasa, menyesuaikan
langkah dan irama
sehingga tercipta suatu harmoni yang indah

Dokter membimbing si pasien (seperti Al Pacino yg
meski buta … membimbing si
gadis di lantai dansa)
Di lain pihak, kalau mau jadi mitra .. si pasien harus
berusaha untuk belajar…
menguasai masalah kesehatan dasar … mau bertanya dan
mau memberikan asupan
(kalau partner dansanya terlalu cepat misalnya …
kita beri asupan … pelan2
dong hehehe

Ok selamat bermitra
kalian sudah mulai banyak belajar
satu tahapan lagi yang perlu dilakukan
beri dokternya asupan
misalnya
dok .. tempo hari waktu dikasih antibiotika … saya
gak tebus resepnya karena
kan flunya karena virus
atau
dok .. saya tidak mau diberi puyer .. sirup aja deh,
generik ya dok .. pleaseee

Intinya … jangan pula kalian belajar tango sendirian
… mahir dan piawai
sedangkan partnernya gak bisa tango
kan repot ya
Oleh karena itu, wisely and nicely
tell your doctor … inform him/her
kalau resepnya gak ditebus,
kalau punya rtikel bagus .. tinggal di mejanya …
tanda cinta dok .. sambil
senyum manis mengerling
pasti luluh hati sang dokter ya gak siiih

Percayalah .. kalian akan bermitra dengan indah
Dansa kalian berdua akan sangat harmonis daN elegant
Butuh waktu dan kesabaran .. tapi bukan tak mungkin

You and your doctor
It takes two to tango

wati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: