Pelangi 10 : Mekanisme Kontrol

Jakarta, 3 November 2006 – jam 15.27

Dear all

selamat sore
hehehe … dah luamaaaaa buanget gak bikin pelangi ya
alasan sih banyak hehehe … dan saya tak mau berkelit … jadi … saya
cuma
bisa minta maaf yang sebesar-besarnya (padahal dah di “himbau” terus oleh SP
hehehe; padahal yang ada di kepala dan di hati buanyaaak banget hehehe)

Mumpung masih kental di tengah suasana saling bermaafan, mumpung masih
syawal
… saya kepingin urun rembug soal mekanisme kontrol dalam layanan
kesehatan.
Khususnya ditinjau dari peran konsumen nya.

Coba buka Pelangi 8 hehehe tentang hak dan peran konsumen kesehatan

Perannya: sebagai complainants, sebagai participants, dan sebagai recipient
of
information

tempo hari ada yang mengeluh soal layanan di suatu rumah sakit bersalin …
lalu
ada yang menanggapi … coba buat surat ke manajemen …
Surat tsb (sepanjang obyektif dan sopan) menjadi asupan berharga buat si RS
Nah itu cuma salah satu contoh dari peran sebagai complainants

Sebagai partisipan
Dalam setiap kesempatan … YOP selalu menyatakan bahwa konsumen kesehatan
yang
rasional, yang bijak, akan sangat membantu pola layanan kesehatan agar
semakin
hari semakin baik (sesuai QUM – quality use of medicine)

Partisipasi seperti apa?
Banyak kok
mengupdate pengetahuan dasar kesehatan
membaca dan memahami guidelines / panduan tatalaksana gangguan kesehatan
….
meminta waktu untuk diskusi saat berkonsultasi medis
mencatat no batch vaksin dan memastikan belum expired .. dst dst

selama ini saya sangat puas melihat perkembangan mind set anak-anak muda
Ketika anaknya mengalami gangguan kesehatan
mis diare … pertanyaan pertama … kenapa ya?
Kalau duluuuu /…. pertanyaan pertama yang muncul adalah … obatnya apa ya
….
Ini sudah suatu kemajuan luar biasa.
semoga mind set problem based ini tetap dipeluk erat

Khusus di pelangi ini …. saya ingin mengusulkan satu mekanisme sederhana
Sebelumnya, terimakasih banyak kepada Dr Faustinus yang kemarin mengusulkan
hal
ini kepada saya. Hebat banget nih
Orangnya hebat … konsepnya hebat

\Apa sih:
“biasakan … ketika ke dokter
selain menanyakan penyebabnya
ketika memperoleh resep tanyakan

1. Dok ini obat apa?
Dengan catatan … kita bukan mengharap jawaban …”oh ini obat batuk”….
Ini
obat radang” …

Bukan … bukan begitu
melainkan “oh ini obat batuk”

2. Dok yang mana obat batuknya?
lalu tunjuk deh puyernya
tanyakan setiap baris di puyer tsb
dari atas sampai bawah

jangan lupa bilang terimakasih banyak ya

semoga bisa menjadi renungan di penghujung minggu ini

salam sehat
wati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: