Cinta 14 : Kampung vs Kota

Dear all
makin numpuk hutang saya hehe
tadi mencoba buka2 email tg 30 Mei … ceritanya mau bikin BR sesuai
kemampuan
sampai tg berapa gitu hehehe tapi mata keburu kriyep2 bueraat

Tapi pas mau shut down lho ada 2 email baru
satu dari teman muda saya di fakultas kedokteran .. rencana mau ketemuan
Semoga
kali ini kesampaian) dan satunya dari Maya … wah lantas melek lagi
Hehehe Thanks Maya n Fitria yang “menepis” pandangan ASI = tak metropolis
hehehe
kira2 gitu deh emailnya Widya kan ya

Hmmm…. jadi tertarik nih
Sudah sejak lama kalau saya kasih ceramah saya bikin statement kampung vs
kota
hehehe

Anak kampung ingusan vs anak kota ingusan ….
Di kampung mah …. ingusan gak masyalah .. teteup mai bola, teteup
nyemplung ke
kali, teteup ujan2an hehehe
Di kota …. anak ingusan serumah sewot … entah takut apa .. ada yang
bilang
.. takut turun ke paru-paru2 … padahal kan ada refleks batuk … ingusnya
kan
jadi “mental”
Jadilah anak kota dapat puyer pilek ibarat jamu campur sari
Ada antihistamin, ada efedrin/pseudioefedrin, ada antibiotik, ada luminal,
dengan atau tanpa steroid

… Salahkah saya kalu terus bergumam … hmmmm nikmatnya jadi anak kampung
….
hehehe

Anak kampung mencret vs anak kota mencret
Anak kampung mencret emaknya nggodong daun jambu … srusup srusup … kudu
habis … fluid kan … biar gak dehidrasi … kalau masih nemen .. ke
puskesmas
.. dikasih oralit deh
Anak kota pup lembak atau diare ringan … dibawa ke RS the best in town
hehehe
… Puyer AB dengan ensim, lactoB, Nifural, dan nafsu makan … katanya
“obat”
nafsu makan hehe
Malah tambah lembek pupnya wong gak butuh tapi kok dikasih AB.

….Salahkah saya kalau lantas bergumam … Hmmm nikmatnya jadi anak desa
….

Anak desa batuk vs anak kota batuk
Anak desa batuk dikasih air jeruk nipis hangat … air jahe … hehehe …
uenak
and nikmat tenan …
Nemen? …. jalan ke Puskesmas … dapat OBH
Kalau rada kaya Puskesmasnya dikasih puyer batuk hehehe tapi isinya lebih
slim
ketimbang puyer kota

Anak kota batuk … duh … begitu keluh Ibu
Ada data rinci tanggal sekian batuk kering … 2 hari kemudian grok grok,
lalu
muntah … pokoknya laiknya penyusunan suatu delik aduan .,.. rinciiii
banget
Ke dokter, obatnya salbutamol teofilin, bisa juga tambah codein, terus ada
anti
alergi dan AB, dan hampir pasti steroid … hikkkkkksss
Medicine is an arts …
Hus … Medicine is a science!

…. Salahkah saya kalau lantas bergumam …. Subhanallah … Betapa
beruntungnya jadi anak desa …

Anak kampung asli makan … vs … anak kota makan semu
Anak kampung makan belut seger baru ambil dari sawah, pake sambel sama lalap
lalapan ….
Keringetan … nambah …. adanya tinggal pepes tahu … cocol lagi ke
sambel
… ah masih ada daunsingkong rebus .. lumayan pake sisa ikan asin …

Anak kota … katanya gak nafsu makan (meski perutnya tambun) …. meski
hidangan di meja makan apa sih kurangnya … dan kalau masihb kurang tinggal
teriak sama mbak/BS … kalau perlu bisa delivery order hehehe
Gak gak … anak kota selera makannya rendah
Menu makanan pun jadi beda banget
Ada multivitamin, ada susu plus plus, ada nafsu makan, ada buat sistem imun
(kalau gak nafsu makan kan nanti daya imun bisa turun begitu celetuk seorang
ibu
kota) … sayurnya juga bukan rebusan atau kukusan atau lalapan mentah …
sayurnya anak kota dah dalam bentuk kapsul, serbuk, sirup dll

… salahkah saya kalau lantas bergumam … hmmm … nikmatnya jadi anak
desa

Anak kampung main layangan, main di kali, main di sawah … vs …. anak
kota
main di mall
… salahkah saya kalau lantas bergumam … duh kayanya kehidupan anak
kampung….

Ibu kampung bedding in …. vs … Ibu Kota bingung rooming in gak ya
… enaknya lahir di kampung .. 24 jam dipeluk mamah …. serasa masih dalam
kandungan … gak berasa dah di dorong brojol ke dunia yang “keras” ini
Masih hangat, masih mendengar degup jantung mu Mak
24 jam nyium bau badanmu Mak
Aku merasa aman mamah …
ternyata dunia tak sekeras yang aku duga semula

…. Salahkah saya kalau lantas bergumam … beruntungnya bayi desa …
hangat
dan nyaman serta diselimuti rasa aman

Ibu kampung menyusui … vs …. kebingungan ibu di kota
Gak ada cerita baby blues, gak ada cerita bingung, gak ada cerita mertua
atau
ibu yang membujuk sufor, gak pusing apa sufor terbaik buat anak … tancap
asi
24 jam sehari, 7 hari seminggu, 12 bulan setahun … terus deh
Ibu di kota … gamang … asi gak bakal cukup katanya …
asi mah sekarang dah jadi “hikayat”

memang … kalau bicara pendidikan, lahan kerja, peluang …
di kota lebih terbuka lebar
tapi … kalau kita bantu saudara2 kita di kampung …
jangan2 anak kampung bisa ngebut menyaingi anak kota hehehe

dongeng sebelum tidur

selamat malam
maaf yaaa masih banyak hutang

wati

2 Responses so far »

  1. 1

    Fiona said,

    Dear dr wati,saya alumni fkui 98.quite close dgn dr waldi n byk tmn srg crita ttg dr wati tp br 2day saya bc2..i am very inspired.trutama tulisan ini.mmg kdg kt lupa to make it simple buat anak kita.anak saya,salma,21 bln.kt tinggal di palembang tp daerahnya ky kampung gt jd emang krasa bgt anak2 hepi maen2 trs,ga ujan,panas terik,berangin.maen aja.ga ada yg skt.di jkt ga blh kena angin,jgn kmana2,dll. Tp skt jg.emang hepi hdp sbg anak2….mdh2n someday saya bs ikut bnt dr wati..for sure..tq,dok..

  2. 2

    edo said,

    Bagaimana dengan kondisi polusi di “Kota” ?
    Hujan di kampung vs Hujan di kota
    Udara di kampung vs Udara di kota
    Tingkat polusi di kampung vs tingkat polusi di kota

    Dengan perbedaan itu, sudah layak bila Ibu-ibu di kota memperlakukan anak-anaknya berbeda dengan Ibu-ibu di kampung. Tapi bukan berarti overprotektif seperti yang dijelaskan dr.wati pada contoh-contohnya tentang Ibu-ibu kota di sini bukan?


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: