Archive for January, 2008

Kesehatan Masyarakat

”Gizi buruk dan obesitas hantui anak-anak Ibukota”. Jumlah kasus gizi buruk, pada anak-anak Jakarta memang jauh lebih sedikit dibandingkan daerah pedalaman di Indonesia. Sebab kebutuhan berbagai jenis pangan bisa dengan mudah ditemui di Ibukota. Meski demikian, gizi buruk masih berpotensi terjadi pada anak-anak Jakarta. Bukan karena kurang makan, tapi kebanyakan disebabkan sang anak tidak doyan makan. Hal tersebut ditengarai kebiasaan orang tuannya, terutama ibu yang tidak menerapkan pola makan sehat pada anaknya. Menurut Dr. Purnamawati S. Pujiarto SpAK, dari Yayasan Orang tua peduli mengatakan kebanyakan ibu muda di Jakarta enggan memberi ASI pada anaknya. Akibatnya, sang anak tidak mendapatkan vitamin-vitamin yang seharusnya ia dapat selama enam bulan hingga dua tahun pertama. Sementara kebiasaan buruk lain orangtua, adalah memberikan vitamin dan suplemen makanan saat bayi atau anaknya susah makan. Padahal, suplemen buatan pabrik belum tentu cocok dengan lambung si bayi. (Hr. Rakyat Merdeka 16/2/07)”Waspadalah berobat alternatif”. Ketua YPKKI Dr. Marius Widjajarta menghimbau masyarakat untuk berhati-hati jika akan berobat ke pengobatan alternatif. Menurut Marius, sebelum berobat sebaiknya tanya dulu surat izinnya atau kalau masih ragu konfirmasi ke Depkes. Jangan sampai dirugikan di kemudian hari. Marius mengatakan, mahalnya biaya pengobatan membuat pengobatan alternatif bermunculan seperti jamur di musim hujan. Pengobatan alternatif ini ada yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. (Hr. Warta Kota 16/2/07)

Sumber : Depkes

Leave a comment »

“Jangan Minum Antibiotik Orang Lain”

SEMARANG – Antibiotik merupakan obat yang membantu tubuh manusia untuk memerangi bakteri. Obat itu tidak bisa menyembuhkan manusia dari infeksi virus.

“Gejala flu, pilek, batuk kering, radang tenggorokan, sebenarnya disebabkan oleh virus, bukan bakteri,” tutur Prof Dr Amin Soebandrio PhD dalam seminar kesehatan dengan tema “Paket Edukasi Orang Tua Sehat” yang diselenggarakan Program Edukasi Orang Tua Sehat (Pesat) didukung oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Ruang Papandayan, Hotel Horison, Sabtu (22/7). Seminar itu diikuti para ibu rumah tangga.

Dia menjelaskan, penggunaan antibiotik secara berlebihan, justru bisa menyebabkan bakteri dalam tubuh kebal terhadap segala macam antibiotik. “Sebaiknya pasien jangan minum antibiotik yang diresepkan untuk orang lain. Tanyakan kepada dokter apakah obat yang diberikan bermanfaat untuk penyakit yang diderita. Jangan minum obat untuk infeksi virus seperti flu,” tambah dia.

Pembicara lain, dokter Purnamawati S Pujiarto SpAK MMPed menjelaskan, antibiotik merupakan penyelamat jiwa bila terkena infeksi bakteri. Namun, jangan dianggap semua gangguan kesehatan bisa dan harus diatasi dengan antibiotik.

Obat merupakan karunia Tuhan kepada manusia yang sangat berharga. Karena itu, harus digunakan secara bijaksana. Sebab tidak ada sumber daya alam yang abadi. Cepat atau lambat, antibiotik juga akan habis.

“Sangat memprihatinkan saat ini banyak konsumen maupun dokter yang menganggap bahwa antibiotik itu obat dewa alias magic savers. Itu merupakan pola pikir yang keliru,” ungkap dia.

Purnamawati menjelaskan, sebenarnya obat itu “impoten” terhadap virus. Namun celakanya, sekarang justru anak-anak sangat sering diberi antibiotik.

Itu sangat memprihatinkan. Sebab cepat atau lambat menuasia akan kembali ke era kegelapan, era praantibiotik, di mana angka kematian akibat infeksi kuman kembali meningkat karena kuman kebal terhadap antibiotik. (ric-37m)

Sumber : Suara Merdeka

Leave a comment »

%d bloggers like this: