Kesehatan Masyarakat

”Gizi buruk dan obesitas hantui anak-anak Ibukota”. Jumlah kasus gizi buruk, pada anak-anak Jakarta memang jauh lebih sedikit dibandingkan daerah pedalaman di Indonesia. Sebab kebutuhan berbagai jenis pangan bisa dengan mudah ditemui di Ibukota. Meski demikian, gizi buruk masih berpotensi terjadi pada anak-anak Jakarta. Bukan karena kurang makan, tapi kebanyakan disebabkan sang anak tidak doyan makan. Hal tersebut ditengarai kebiasaan orang tuannya, terutama ibu yang tidak menerapkan pola makan sehat pada anaknya. Menurut Dr. Purnamawati S. Pujiarto SpAK, dari Yayasan Orang tua peduli mengatakan kebanyakan ibu muda di Jakarta enggan memberi ASI pada anaknya. Akibatnya, sang anak tidak mendapatkan vitamin-vitamin yang seharusnya ia dapat selama enam bulan hingga dua tahun pertama. Sementara kebiasaan buruk lain orangtua, adalah memberikan vitamin dan suplemen makanan saat bayi atau anaknya susah makan. Padahal, suplemen buatan pabrik belum tentu cocok dengan lambung si bayi. (Hr. Rakyat Merdeka 16/2/07)”Waspadalah berobat alternatif”. Ketua YPKKI Dr. Marius Widjajarta menghimbau masyarakat untuk berhati-hati jika akan berobat ke pengobatan alternatif. Menurut Marius, sebelum berobat sebaiknya tanya dulu surat izinnya atau kalau masih ragu konfirmasi ke Depkes. Jangan sampai dirugikan di kemudian hari. Marius mengatakan, mahalnya biaya pengobatan membuat pengobatan alternatif bermunculan seperti jamur di musim hujan. Pengobatan alternatif ini ada yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. (Hr. Warta Kota 16/2/07)

Sumber : Depkes

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: