Mencegah Cedera pada Bayi dan Anak

AMERICANS Academy of Pediatrics melaporkan, setiap tahun lebih dari 14.000 anak harus dilarikan ke rumah sakit gara-gara baby walkers (alat bantu anak belajar berjalan). ANAK-ANAK, terutama bayi, usia di bawah 3 tahun (batita), dan di bawah 5 tahun (balita) sangat rentan terhadap risiko cedera. Entah itu yang kelas ringan hingga berat. Namun seringan apa pun risikonya, orang tua wajib menjaga anak-anaknya dari kemungkinan cedera.

“Pada dasarnya cedera fisik merupakan kondisi yang dapat dicegah dan dapat dihindari. Karena itu perhatikan berbagai kondisi yang dapat mencelakakan anak. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah memeriksa kondisi di rumah, apakah aman bagi si kecil,” kata dokter spesialis anak Dr. Purnamawati S. Pujiarto, Sp.A.K., MMPed dalam seminar Pesat 5 di Bandung, belum lama ini.

Risiko cedera pada bayi, batita, dan balita yang sering terjadi adalah akibat jatuh. Untuk mengurangi risiko jatuh pada anak, Purnamawati menyarankan para orang tua untuk memerhatikan beberapa hal:

a. Letakkan perabotan agak jauh dari jendela. Tutup dan kunci jendela saat anak bermain di dekatnya. Ada baiknya memasang teralis di jendela.

b. Rekatkan ujung karpet dengan lantai, agar anak tidak tersandung.

c. Amankan daerah sekitar tangga. Jika perlu, pasang pintu di dasar dan puncak tangga, sehingga anak tidak bisa naik-turun tangga sendiri. Jangan biarkan ada benda tergeletak di anak tangga.

d. Pilih tempat bermain dengan lantai yang diberi alas empuk.

e. Jangan menaruh anak di dalam kereta dorong swalayan.

Tersedak

Sedangkan untuk menghindari bayi tersedak antara lain:

a. Tidak menaruh benda kecil di tempat yang mudah dijangkau anak. b. Potong kecil-kecil makanan seperti sosis, anggur, karamel, karena ukurannya potensial menyumbat jalan napas anak.

c. Anak di bawah 4 tahun hendaknya tidak diberi makanan (keras atau lembut) yang bisa menyumbat jalan napas seperti kacang, semangka berbiji, wortel mentah, popcorn, atau permen.

d. Para orang tua juga hendaknya memberi buah yang sudah dikukus bagi bayi yang mulai mengonsumsi makanan padat. Hal ini untuk memudahkan bayi yang masih belajar proses menelan.

e. Tunggui anak saat ia makan, ajari mereka untuk makan sambil duduk. Ajari anak untuk mengunyah yang benar, tidak makan sambil bicara atau berlari-lari.

f. Belilah makanan sesuai usia anak, ikuti petunjuk produsennya.

g. Bila bayi punya kakak, beri tahu sang kakak agar tidak sembarang menaruh mainan yang berukuran kecil. Pastikan tidak ada bagian mainan yang hampir patah atau lepas, misalnya mata boneka.

h. Beri tahu anak agar tidak menggigit-gigit ujung pensil saat menggambar.

“Baby walkers”

Americans Academy of Pediatrics melaporkan, setiap tahun lebih dari 14.000 anak harus dilarikan ke rumah sakit gara-gara baby walkers (alat bantu anak belajar berjalan). Anak yang menggunakan baby walkers dapat cedera karena:

a. Anak dapat menggelinding jatuh dari tangga, sehingga anak mengalami patah tulang dan trauma kepala.

b. Tersiram air panas. Anak di baby walkers posisinya agak tinggi ketimbang tinggi badan mereka, sehingga ia bisa meraih cangkir berisi kopi panas, atau bahkan benda yang bisa meracuninya.

c. Berisiko tenggelam. Anak melaju cepat dengan baby walkers-nya dan ia berisiko terjatuh ke kolam.

d. Jari tangan anak berisiko terjepit antara baby walkers dengan perabotan rumah.

Tersiram air panas/luka

Saat akan memandikan bayi hendaknya orang tua menuangkan air dingin terlebih dulu, baru air panas. Selain itu, berhati-hatilah menggunakan alat memasak bertenaga listrik, karena bayi bisa menarik kabel listriknya. Bahkan, bayi mungkin saja menarik ujung taplak meja yang di atasnya terdapat secangkir teh panas.

Kulit bayi dan anak batita sangat peka, sehingga mudah terbakar bila tersengat sinar matahari. Oleh karena itu lindungi mereka dengan topi, baju lengan panjang, atau jika perlu oleskan salep tabir surya.

Selain itu, lindungi anak-anak dari risiko luka akibat terkena benda-benda tajam.

Keracunan

Salah satu kecelakaan yang mungkin terjadi pada anak batita di dalam rumah adalah keracunan.

Beberapa zat beracun yang paling berbahaya misalnya obat-obatan termasuk suplemen penambah zat besi, zat pembersih rumah tangga, cairan pembersih kaca, hidrokarbon seperti pemoles perabotan kayu dan cairan pematik api, karbon monoksida, pestisida, jamur beracun.

Untuk menghindari anak dari keracunan simpanlah semua obat atau alat pembersih rumah tangga dalam lemari yang tidak dapat dijangkau atau tidak dapat dibuka oleh anak. Harap diingat, jangan makan obat di depan anak dan jangan mengatakan obat sebagai permen. Buang obat-obatan yang sudah lama. Bila ada tamu menginap, tanyakan obat-obatan yang mereka bawa. Pastikan obat-obatan milik tamu tidak ditaruh di tempat yang terjangkau anak. Simpan zat kimiawi dalam botol aslinya, jangan memindahkannya ke botol jus atau sirup.

Jika anak terindikasi keracunan, segera bawa dia ke dokter atau puskesmas terdekat. Jangan merangsang anak untuk muntah dan jangan memberi anak obat perangsang refleks muntah.

Tenggelam

Batita lebih berisiko tenggelam ketimbang bayi. Oleh karena itu orang tua hendaknya memperhatikan beberapa hal:

a. Jangan meninggalkan anak di kamar mandi meskipun hanya sekejap. Jangan menitipkan bayi atau batita kepada kakaknya atau anak yang lebih besar beberapa tahun. Sering kali sang kakak lalai dan terlambat mengetahui adiknya sudah masuk air.

b. Tunggui anak selama mereka bermain di dekat air. Jangan tinggalkan mereka walaupun sekejap.

c. Tutup sumur dengan penutup yang agak berat dan tidak dapat dibuka atau digeser dengan mudah oleh anak.

d. Periksa lingkungan tetangga, apakah ada kolam, sumur, atau kolam ikan.

e. Bila di rumah ada kolam renang, pasang pagar pengaman di sekeliling kolam dengan pintu yang bisa menutup sendiri. Pasang pula pembatas antara rumah Anda dengan tetangga.

f. Jangan menaruh barang atau mainan di dekat kolam, karena akan menarik perhatian anak untuk mendekati kolam.

g. Jangan ada ember berisi air di sekitar anak.

h. Bila usia anak sudah cukup (6 – 7 tahun), daftarkan anak untuk mengikuti kursus berenang.(Ella YP/”PR”)***

Sumber : Pikiran Rakyat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: