Yang Harus Dilakukan Bila Pasien Tak Puas Layanan Dokter

16/05/2011 05:01:00

Seringkali pasien bingung mengutarakan kekesalan dan menuntut ganti rugi jika dokter melakukan kesalahan praktik.

Malah jika salah mengadu atau curhat, bisa-bisa nasib si pasien berakhir seperti Prita Mulyasari yang diperkarakan oleh RS Omni Internasional Alam Sutera.

Kasus Prita mungkin belum hilang di ingatan para pengguna jasa kesehatan. Maksud hati mencurahkan isi hati mengenai buruknya pelayanan medis RS Omni Internasional Alam Sutera di dunia maya, malah berakhir di ruang pengadilan.

Maklum saja, di Indonesia masih banyak rumah sakit yang enggan disalahkan meski sebenarnya memang melakukan kesalahan. Hal ini membuat kondisi pasien seperti sudah jatuh tertimpa tangga pula. Lalu bagaimana seharusnya pasien bertindak jika mendapat pelayanan medis yang buruk dari dokter atau pasien?

Terutama mengingat kekuatan finansial kebanyakan pasien di Indonesia tidak sekuat yang dimiliki oleh rumah sakit, apalagi yang mengaku bertaraf internasional.

Ahli kesehatan anak Dr. Purnamawati S. Pujiarto Sp. A (K) MMPed punya saran bagi pasien yang ingin mengeluhkan pelayanan medis kepada pihak bersangkutan.

“Kalau dokter atau pihak rumah sakit melakukan kesalahan, hendaknya mengadu atau membuat laporan ke pihak manajemen rumah sakit yang bersangkutan terlebih dahulu. Hal ini untuk menghindari agar pasien tidak menjadi Prita yang kedua dan selanjutnya,” ucap dokter yang akrab dipanggil Wati ini.

Misalnya, pasien harus rajin mengirim surat keluhan atau pengaduan terhadap dokter yang dimaksud. Pasien juga harus memiliki semangat pantang mundur.

“Lama-lama pihak rumah sakit pasti akan gerah. Dan dokter yang bersangkutan bisa dipindah tugas, meski diam-diam tanpa sepengetahuan pasien,” sebut Wati.

Wati mencontohkan bahwa ada rumah sakit yang melakukan hal demikian. Dokter yang mendapat banyak surat pengaduan biasanya akan tiba-tiba dipindah tanpa pemberitahuan kepada pasien.

Lalu bagaimana kalau rumah sakit tetap ngotot mempertahankan dokter yang bersangkutan? “Pasien bisa saja melakukan tuntutan hukum. Tapi sesuai prosedur yang berlaku. Dan harap diingat, hukum perlu dukungan finansial yang besar,” imbuh Wati. (mic)

http://sehatnews.com/

2 Responses so far »

  1. 1

    Yessi said,

    dok saya copas ya artikelnya di note akun facebook pasienindonesiabersatu. trims

  2. 2

    farannisa said,

    Terikasih artikelnya dok.. menambah wawasan nih..


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: