Kurangi Kerisauan ‘Orangtua Baru’

Rabu, 27 Juli 2011 – 13:38 wib
Moms dan si kecil (Foto: Corbis)
Moms dan si kecil (Foto: Corbis)
KELAHIRAN bayi ditunggu setiap pasangan baru. Tetapi lantaran belum berpengalaman, para ibu baru habis hanya mengkhawatirkan hal sepele yang terjadi pada bayi.

Tahun pertama kehidupan buah hati Anda merupakan momen yang teramat istimewa. Namun di tahun berikutnya, Anda harus mempersiapkan diri menghadapi kejutan dari bayi mungil Anda. Pasalnya, bayi yang semula amat bergantung kepada orang tua, kemudian beranjak menjadi anak kecil yang mulai berjalan dan menunjukkan tanda pertama dari kemandiriannya.

Selama bulan pertama, bayi yang baru lahir masih membiasakan diri pada dunia yang masih terasa asing baginya. Orangtua pun terbiasa mengurus segala kebutuhan si bayi. Masalahnya, ada beberapa kebiasaan yang umum dialami bayi di bulan-bulan awal kelahiran, yang justru memicu orangtua menjadi panik.

“Banyak orangtua yang panik berlebihan saat melihat bayinya gumoh, muntah, dan hal lain yang biasa bayi lakukan,” kata psikoanalist Leon Hoffman MD seperti dituturkan dalam webmd.com.

Direktur Pacella Parent Child Center (Pusat Orangtua dan Anak) ini juga mengatakan, tidak sedikit orang tua yang menghabiskan waktu pada tahun pertama kehidupan bayi mereka dengan mengkhawatirkan masalah kecil. Ambil contoh, kekhawatiran apakah bayi saya terlalu banyak muntah, apakah dia makan terlalu banyak atau cukup, apakah dia menangis terlalu sering, dan segudang pertanyaan lainnya.

“Dengan kekhawatiran yang muncul ini, orangtua malah selalu tidak tenang dan bukannya menikmati masa tahun pertama si kecil. Padahal, bayi lebih kuat dari perkiraan kita sebenarnya,” ujar Leon.

Kesalahan lain yang orang tua acap kali lakukan adalah selalu memastikan agar bayi tidak menangis.

“Hal ini dikarenakan anggapan bahwa bayi menangis berarti ada yang salah dan harus segera diperbaiki,” ungkap perawat anak Jennifer Walker RN.

Padahal menurut penulis “The Moms on Call Guide to Basic Baby Care” ini, bayi memang dirancang untuk menangis. Walaupun mereka sudah diberi popok dengan baik dan sudah makan dengan kenyang, tetap saja ada hal yang dapat membuat mereka menangis. “Karena ini proses alamiah,” imbuh Jennifer lagi.

Bukan lantas Anda membiarkan bayi menangis selama satu jam. Kalau bayi menangis lama, bisa jadi karena dia sedang demam atau muntah terus-menerus. Segera laporkan ke dokter anak bila Anda mengalami kejadian ini. Sering kali orang tua bingung membedakan antara gumoh dan muntah. Dalam bukunya berjudul “Bayiku Anakku Panduan Praktis Kesehatan Anak”, dr Purnamawati S Pujiarto SpAK MMPed menulis, orangtua harus dapat membedakan antara muntah dengan gumoh. Gumoh atau reflux adalah aliran balik dari lambung yang biasa terjadi secara spontan tanpa dorongan tenaga dan jumlahnya biasanya sedikit. Gumoh umumnya akan menghilang sejalan dengan bertambahnya usia.

Di lain pihak, muntah yang hanya sesekali pun biasanya tidak mengindikasikan adanya suatu gangguan kesehatan yang berbahaya. Muntah adalah gejala, jadi hanya semacam alarm. Yang perlu dipikirkan adalah penyebabnya. Bayi yang menangis kuat sebelum minum atau bayi yang minum dengan rakus, biasanya akan banyak menelan udara.

Udara ini akan terperangkap di lambung bayi dan menyebabkan rasa tidak nyaman. Karena itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan yang bisa membantu bayi agar terhindar dari hal ini. Setiap kali minum, posisi bayi harus agak tegak, jangan berbaring datar. Dalam posisi semi-tegak, susu mengendap di dasar lambung sehingga anak tidak mudah gumoh. Jangan lupa,menyendawakan bayi setiap habis minum. Orangtua memang tidak perlu merisaukan masalah sepele seperti yang tadi dikemukakan. Namun beda pasalnya jika menyangkut demam.

“Demam pada tiga bulan usia bayi bisa dikategorikan sebagai kejadian gawat,” papar Jennifer.

Kecuali demam yang terjadi selama 24 jam setelah bayi diimunisasi. Sebagian orang tua akan beranggapan, mungkin bayi saya hanya sedang merasa hangat tubuhnya, kemudian memberinya Tylenol. Inilah letak kesalahan orangtua. Pada usia tersebut, sistem imunitas tubuh bayi belum bekerja sempurna untuk dapat menangkal infeksi yang terjadi di tubuhnya.

Kemudian apabila Anda suka mengajak bayi jalan-jalan, jangan lupa memasang kursi khusus bayi di mobil. Hal ini jangan dianggap sepele karena kehidupan bayi Anda bergantung pada benda tersebut. Kursi bayi menjaga bayi tetap aman saat berada dalam kendaraan.

Nah, masalah gigi juga kadang diremehkan orang tua baru. Mereka tidak berpikir untuk memberi perhatian pada kesehatan gigi dan mulut si kecil sampai akhirnya terlambat.

“Bayi tidak pernah terlalu muda untuk diajarkan kebiasaan menjaga kesehatan mulut dan gigi,” kata drg Saul Pressner.(SINDO//tty)

Sumber : Okezone.com

1 Response so far »

  1. 1

    Titi said,

    Terima kasih banyak artikelnya Dok…mohon ijin untuk share blognya..Arigatou…


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: