Archive for November, 2011

The ancient city and its cultural heritage (Part IB)

Dear all

Ternyata … Antalya kota yang penuh daya tarik keluhuran budaya masa lalu, yang terjaga dan dijaga dengan sangat baik.

Sebetulnya, looking back, I realized how ignorant I had been
Gak sempet bener2 making preparation both for the technical scientific meeting as well as for the cultural religious exploration

Kedinginan, GE, kebingungan (tepat nya “kederr”) melihat betapa hebatnya other participants from other countries, dan betapa YOP ini suatu titik kecil (bisakah ia terus exist? Bisakah terus berkiprah? Siapa lagi dokter2 yang mau membantu? Bagaimana kalau saya sudah tidak kuat? All those questions keep on hammering inside) … Hehhhhhh

Hari kedua, habis subuh, meski hujan, berjalan ke bagian pantai hotel ini. Ke pantai. Segeeerrrr, udaranya sangat bersih, tidak sesak polusi. Pantai apik tanpa sampah dan kantong plastik, deburan ombak laut mediterania yang lembut membuat saya tafakur berdyjur kepada Sang Pencipta.

Sorenya, saya kabur 1 sesi, jam 5pm saya naik bis dari halte di sebrang hotel (hujaaannn duingiin, celana jins (rangkap 3) sudah basah sampai di atas mata kaki). 2 TL (Turkish Lira). Waah kalau saja indonesia punya sistem transportasi umum seperti ini, dijamin kemacetan bisa diminimalisir. Saya dibantu karena saya bilang: “I need to go to the old city” (old city = Kaleici)
Supir dan seorang perempuan Turki membantu menunjukkan dimana saya harus turun.

Turun dari bis, sempat “get lost” buat beberapa lama (tak semua yang saya tanya paham maksud pertanyaan saya). Jebul2 saya di muka Hydrilic tower, bangunan kuno abad … Yang didirikan untuk ….

Dari sana saya jalan kaki ke old city yang berada di balik city wall. Old city ini bag pertama dari kota Antalya yang inhabitated (sudah selama 2000 tahunan) dan dipagari oleh the city wall

Kaleici … Ahh … Romantic. It combines the aesthethics of old and new.
Saat ini, Kaleici merupakan suatu yacht harbour yang modern.

Ada denting suara tram, ada suara penjaja castanyet bakar (kayak biji duren bentuknya), ada suara penjaja gift dan penjaja toko

Pria Turki (kata Ade novita handsome), menyapa dengan rayuan womanizer nya hehehe (kalau di indo dah pada jadi aktor n aktris kayaknya hehehe)
“Madam, come inside madam. We have beuatiful things that match your beauty” etc etc
Kalau kita “gedeg”in kepala, lantas menatap dengan mata sendu, mulut agak agak gimana gitu … “Madam…. You break my heart madam” hahaha
Sayangnya, tambah umur sedikit, pada endut! Hehehe

Malam itu, for the first time, I tasted kebap. Hehehe … Tasty but too rich
Pulang terpaksa naik taksi gak tau jalan, malam, daaan gak tahan dingiinnya. Tapi muahal eeuyyy wong Lara beach kan 12 km dari city centre

Saya kembali ke Kaleici hari terakhir konferens, ambil harbour cruising. Desperate banget, biar murah, nyamperin rombongan turis (ternyata keluarga besar dari Perancis). Saya tanya – how much? 7.5 euro, bicara rombongn. Jadi nekat aja. “Sir, can I join your group?”

Amazing to be able to experience the wonderful smell of the sea water. Airnya jerniiiihhhhh dan asliiii biruuuu turqoise. Menyusuri panai dan clift sekitar harbur, dengan water fall nya di sana sini (antalya sangat terkenal dg water fall nya)

Saya takjub, bersyukur dan tetep bingung
Bersiiih … Cleaners ada dimana mana dan mereka diperengkapi dg GSP (eh bener gak ya istilahnya) … Jadi kalau ada orang buang sampah di jalan, cleaner terdekat akan menghampiri. Tempat sampah dimanaimana jadi jalanan spotlessly clean! Duh Indonesia – batin saya

Information centers ada dimana mana. Brosur nya cantik2. Transportasi publiknya (iiih tramnya kereeeennnn) bagus. Well organized banget. Dari harbour saya harus miwati jalan bebatuan (khas eropa, jalannya bukan aspal) yang nanjaaakk. Di apit pedagang gift. Very tempted buat beli2 at least liat2 but of course impossible soalnya kan saya ambil lunch time jadi mesti cepet balik ke konferens nya hiks.

Hari ke 3 konferens, saya nguping orang2 pada pergi ke Perge dan Aspendos. Aduuh, masak jauh2 gak lihat those ancient Roman ruins sih? Tapi sama siapa ya?
Lagi bengong2, disamperin sama dr Gitanjali dari WHO SEARO. “Wati, do you want to come w me to Perge? So we can share the taxi fare?” Subhanallaah, kok ya dimudahkan bangeet. Bargain taksi, off we go, me, Gita n Lisa from boston uny.

PERGE (Aksu)
Ancient city of Perge – letaknya 17 km di timur pusat kota Antalya. Merupakan salah satu kota tertua dan kota yang paling tertata rapi di Anatolia di jman kerajaan Roma (dibangunnya sih pada Hetite period).
Basisnya adalah dua jalan utama; east west dan north south direction. Ada 2 tingkat teater yang very well preserved, padahal didirikan abad ke dua AD. Patung2nya luar biasa, ada banyak menara, monumental fountain, bath houses (cold, warm, hot baths; jadi ada 3 chambers; daaan sudah ada closet jongkok lhooo).
Principal structure nya : agora, cistern (ini menarik lho, di istanbul juga ada), theatre, necropolis lined street, assembly hall dan gymnasium.
City plan nya canggih!!
Ada area bisnis, di tengah nya ada lokasi menjajakan makanan of high delicacies.
Sejauh mata memandang, all those grandeur ancient ruins, subhanallaah.  Di latar belakangi oleh pegunungan berpuncak salju!

Oh ya, Perge is also of importance for Chrisianity. The apostle St Paul, arrived in Perge during his misionary journeys through Aksu River. Dan ini dicatat di Buku Testamen Baru, oleh karena itu, the city Perge n the river, are considered one of the hollowed grounds of Christianity.

ASPENDOS (Belkis)
Letaknya 48 km timur Antalya. Terkenal karena struktur arsitekturnya yang sophisticated spt aquaducts, the temples, and the stadium.
Ia juga terkenal untuk horse breeding dan trading nya.
Perihal aquaducts; bangsa Turki sangat canggih dalam hal tata kelola air. Luar biasa banget deh.

Aspendos theater:
Merupakan salah satu dari the most magnificent and well-preserved buildings in the world.
Dibangun di jaman Roman Emperor Marcus Aurelius (161-180) oleh arsitek Zeno (anak dari Theodorus). Kapasitasnya kira2 15 – 20 ribu spectators (browsing deh gambarnya).

Strukturnya sangat ideal untuk sebuah orkestra. Suara lembut sekalipun, terdengar jelas di semua penjuru (ada turis menyanyi di tengah lapangan, and we experienced such a soft and tranquil feeling).

Legenda terkait pembangunan Aspendos theater:

Dahulu kala, seorang raja di daerah tsb berniat mempersembahkan putrinya untuk dipersunting oleh warga kota yang paling berjasa buat negerinya. Dari sekian banyak pelamar, hanya dua yang memenuhi persyaratan sang raja.

Yang satu, berhasil membangun suatu aquaduct, yang berhasil menyalurkan suplai air buat kota dari tampat yang sangat jauh.
Yang lainnya, buah karyanya adalah membangun teater monumental bagi kota tsb.
Pada awalnya, sang ayah berniat menyerahkan putrinya ke pria pembuat aquaduct. Sang putri sendiri nampaknya jatuh hati pada si pembuat teater. Ia meminta sang ayah untuk menengok teater nya terlebih dahulu sblm membuat suatu keputusan.

Sang Raja dan putrinya pergi ke teater tsb lalu naik ke upper galery. Di sana, arsitek si pembuat berokestra lalu “bowing” sambil bergumam “the King’s daughter must be mine”.
Meski suaranya sangat perlahan, tetapi terdengar jelas sehingga Raja semakin terpana oleh sistem akustik teater tsb. Rajapun handing his daughter’s hand to that man (pernikahan juga dilaksanakan di teater tsb)

Saat ini, Aspendos Theater terkenal sbg tempat menyelenggarakan “Aspendos International Operas and Ballet Festival”.

Itulah perjalanan kecil saya (still for me it is a cultural expedition).
Tergopoh kami kembali ke hotel, bayar taksinya patungan, spread, balik ke konferens

Ketika saya meninggalkan Antalya, saya sadar, banyak sekali yg sebetulnya harus saya “pelajari” untuk memperkaya khasanah budaya saya. Apa daya, waktu tidak memungkinkan. Hopefully … One day … Anak cucu saya, kalian, anak2 kalian … Bisa melanjutkan ekspedisi budaya ini.

Sampai jumpa di seri berikut, Istanbul, my little religious expedition
Semoga gak bosen bacanya (tapi ngutang ya, soalnya kan mesti buat lap WHO dulu)

Love
Wati
Patient Safety, first

Leave a comment »

Blue Turqoise : Heaven on earth (part IA)

Jakarta 24.11.2011
Jam 23.40

Dear all
Selamat malam
Maaf baru muncul. Di Antalya, di tempat konferensi, sulit sekali memperoleh koneksi internet (sdh ngantri lama, pas duduk, gak bisa dpt koneksi. Wifi juga buruk

Saya berangkat minggu sore dg Turkish Airlines, senin subuh landing di Attaturk Airport Istanbul lalu jam 8 terbang dg domestik craft ke Antalya
Tiba jam 10an – sibuk nego taksi, beruntung bisa patungan dg participants dari Oman dan Kenya
Sampai di hotel, lapor Viya Tour, official travel biro nya ICIUM, urus check in hotel (tapi blm bisa masuk kamar krn blm siap), langsung ke venue conference, registrasi

Hotel Kervansaray terletak di Lara beach, 12 km dari pusat kota Antalya.
Hotelnya buesaaarrr. Kolam renang ada 4 (incl 1 wave pool dg seluncurannya yg meliuk liuk), plus satu indoor swimming poool yg hangat.
Ada children playground park yang lapang, satu lapangan rugby, satu area rumah kaca buat tanaman agar tetap bisa subur krn suhu diatur) dst dst
Hotel ini terletak di pantai laut mediterrania.
Biaya incl makan 3x sepuasnya, makanan pun melimpah ruah. Murah jatuhnya.

Makan siang sebentar lalu lari ke tempat konferensi. Opening address – sayang, tiduuurrr hiks. Habis plennary masuk kamar bentar, sholat, balik ke tempat kongres.

Dongeng ilmiahnya belakngan ya. Mau dongeng non scientific part nya dulu.

Antalya … Artefak prehistoris sudah ditemukan sejak jaman paleolitik. Pada jaman kerajaan Hitite, disebut sbg Azarva (the migration of a ntion) yang dihancurkan pada akhir abad 13 BC. Digantikan oleh suatu kota politis berstruktur yaang disebut sbg Antalya.

Antara tahun 560 – 546 BC, dikuasai oleh The Lydaans dan lalu dikuasai bangsa Persia sampai Antalya ditaklukan oleh Alexander The Great (handsome kalau lihat patung dan gambarnya hehehe). Ia pun dinamai sbg Anatolia (334-333 BC).

Setelah Alexander Yang Agung meninggal th 323 BC, Anatolia dikuasa salah satu jendralnya. Di Turki, Anatolia merupakan salah satu dari 3 kota tertua di Turki selain Istanbul dan Ankara.

Demikianlah pergantian kekuasaan terus berlanjut sampai pada abad ke 2 BC, king Attolos dari Pergamum (browsing deh, ini juga kerajaan yang hebat dalam sejarah) dan diberi nama Attaleia. Tujuan nya adalah untuk menjaga bagian selaan dan barat selatan pantai kerajaannya. Setelah kerajaan ini jatuh, Antalya masuk dalam wilayah Roman empire. Namun sejak abad ke7 dst, dia berada antara kerajaan Seljuk dan Byanthine (browsing lagi deh yg ini),

Pada tahun 1391, Antalya dimasukkan ke wilayah Ottoman empire (browsing lagi deh krn ini juga salah satu tonggak era keemasan Turki).

Sebuah legenda kuno menuturkan sbb.
Suatu hari, king Attalos II memerintahkan para pembantunya untuk pergi Ke 4 arah mata angin seraya bertitah:
“Go and find me a place so beautiful that all kings and rulers will covet it; go and find me the paradise on earth”.

Meski mereka menemukan banyak area cantik tetapi dianggap belum memenuhi keinginan sang raja … sampai menemukan suatu pantai dg hutan yang cantik dan dipagari pegunungan berpuncak salju (Taurus mountains).
King Attalos then seeing the yellow sand of the beaches blend with the blue of the sky (bener asli, on sunny days, the sky is sooo blue and clear) and the deep blue of the sea that reflected the green of the virgin forests was the spellbound ( saya jugaaaaa). Disitulah dititahkannya dibangun sebuah kota yang diberi nama Attaleia (home of Attalos) sbg penghormatan kpd sang raja.

Dalam perjalanannya, Antalya dikunjungi banyak “orang penting” antara lain Queen Cleopatra (yang menyatakan kota ini : is an earthly paradise.

Hari kedua, habis subuh, meski hujan, berjalan ke bagian pantai hotel ini. Ke pantai. Segeeerrrr, udaranya sangat bersih, tidak sesak polusi. Pantai apik tanpa sampah dan kantong plastik, deburan ombak laut mediterania yang lembut membuat saya tafakur bersyukur kepada Sang Pencipta.

Nowadays, Antalya is known as “the pearl of mediterranean” and as The Turkish Riviera. Dan … Merupakan salah satu destinasi wisata terkenal di dunia.

Maaf dongengnya panjang
Nanti disambung ya; Antalya part IB, Istanbul, dan scientific sectionnya (tapi yg dua terakhir setelah selesai laporan buat WHO ya, bahaya kalau gak bikin technical report)

Maaf juga belum bisa mantengin milis karena ada bbp urgent matters need to be dealt with asap.

Ps: chichiii congraatssss

Love
Wati
Patient Safety, first

Leave a comment »

%d bloggers like this: