The ancient city and its cultural heritage (Part IB)

Dear all

Ternyata … Antalya kota yang penuh daya tarik keluhuran budaya masa lalu, yang terjaga dan dijaga dengan sangat baik.

Sebetulnya, looking back, I realized how ignorant I had been
Gak sempet bener2 making preparation both for the technical scientific meeting as well as for the cultural religious exploration

Kedinginan, GE, kebingungan (tepat nya “kederr”) melihat betapa hebatnya other participants from other countries, dan betapa YOP ini suatu titik kecil (bisakah ia terus exist? Bisakah terus berkiprah? Siapa lagi dokter2 yang mau membantu? Bagaimana kalau saya sudah tidak kuat? All those questions keep on hammering inside) … Hehhhhhh

Hari kedua, habis subuh, meski hujan, berjalan ke bagian pantai hotel ini. Ke pantai. Segeeerrrr, udaranya sangat bersih, tidak sesak polusi. Pantai apik tanpa sampah dan kantong plastik, deburan ombak laut mediterania yang lembut membuat saya tafakur berdyjur kepada Sang Pencipta.

Sorenya, saya kabur 1 sesi, jam 5pm saya naik bis dari halte di sebrang hotel (hujaaannn duingiin, celana jins (rangkap 3) sudah basah sampai di atas mata kaki). 2 TL (Turkish Lira). Waah kalau saja indonesia punya sistem transportasi umum seperti ini, dijamin kemacetan bisa diminimalisir. Saya dibantu karena saya bilang: “I need to go to the old city” (old city = Kaleici)
Supir dan seorang perempuan Turki membantu menunjukkan dimana saya harus turun.

Turun dari bis, sempat “get lost” buat beberapa lama (tak semua yang saya tanya paham maksud pertanyaan saya). Jebul2 saya di muka Hydrilic tower, bangunan kuno abad … Yang didirikan untuk ….

Dari sana saya jalan kaki ke old city yang berada di balik city wall. Old city ini bag pertama dari kota Antalya yang inhabitated (sudah selama 2000 tahunan) dan dipagari oleh the city wall

Kaleici … Ahh … Romantic. It combines the aesthethics of old and new.
Saat ini, Kaleici merupakan suatu yacht harbour yang modern.

Ada denting suara tram, ada suara penjaja castanyet bakar (kayak biji duren bentuknya), ada suara penjaja gift dan penjaja toko

Pria Turki (kata Ade novita handsome), menyapa dengan rayuan womanizer nya hehehe (kalau di indo dah pada jadi aktor n aktris kayaknya hehehe)
“Madam, come inside madam. We have beuatiful things that match your beauty” etc etc
Kalau kita “gedeg”in kepala, lantas menatap dengan mata sendu, mulut agak agak gimana gitu … “Madam…. You break my heart madam” hahaha
Sayangnya, tambah umur sedikit, pada endut! Hehehe

Malam itu, for the first time, I tasted kebap. Hehehe … Tasty but too rich
Pulang terpaksa naik taksi gak tau jalan, malam, daaan gak tahan dingiinnya. Tapi muahal eeuyyy wong Lara beach kan 12 km dari city centre

Saya kembali ke Kaleici hari terakhir konferens, ambil harbour cruising. Desperate banget, biar murah, nyamperin rombongan turis (ternyata keluarga besar dari Perancis). Saya tanya – how much? 7.5 euro, bicara rombongn. Jadi nekat aja. “Sir, can I join your group?”

Amazing to be able to experience the wonderful smell of the sea water. Airnya jerniiiihhhhh dan asliiii biruuuu turqoise. Menyusuri panai dan clift sekitar harbur, dengan water fall nya di sana sini (antalya sangat terkenal dg water fall nya)

Saya takjub, bersyukur dan tetep bingung
Bersiiih … Cleaners ada dimana mana dan mereka diperengkapi dg GSP (eh bener gak ya istilahnya) … Jadi kalau ada orang buang sampah di jalan, cleaner terdekat akan menghampiri. Tempat sampah dimanaimana jadi jalanan spotlessly clean! Duh Indonesia – batin saya

Information centers ada dimana mana. Brosur nya cantik2. Transportasi publiknya (iiih tramnya kereeeennnn) bagus. Well organized banget. Dari harbour saya harus miwati jalan bebatuan (khas eropa, jalannya bukan aspal) yang nanjaaakk. Di apit pedagang gift. Very tempted buat beli2 at least liat2 but of course impossible soalnya kan saya ambil lunch time jadi mesti cepet balik ke konferens nya hiks.

Hari ke 3 konferens, saya nguping orang2 pada pergi ke Perge dan Aspendos. Aduuh, masak jauh2 gak lihat those ancient Roman ruins sih? Tapi sama siapa ya?
Lagi bengong2, disamperin sama dr Gitanjali dari WHO SEARO. “Wati, do you want to come w me to Perge? So we can share the taxi fare?” Subhanallaah, kok ya dimudahkan bangeet. Bargain taksi, off we go, me, Gita n Lisa from boston uny.

PERGE (Aksu)
Ancient city of Perge – letaknya 17 km di timur pusat kota Antalya. Merupakan salah satu kota tertua dan kota yang paling tertata rapi di Anatolia di jman kerajaan Roma (dibangunnya sih pada Hetite period).
Basisnya adalah dua jalan utama; east west dan north south direction. Ada 2 tingkat teater yang very well preserved, padahal didirikan abad ke dua AD. Patung2nya luar biasa, ada banyak menara, monumental fountain, bath houses (cold, warm, hot baths; jadi ada 3 chambers; daaan sudah ada closet jongkok lhooo).
Principal structure nya : agora, cistern (ini menarik lho, di istanbul juga ada), theatre, necropolis lined street, assembly hall dan gymnasium.
City plan nya canggih!!
Ada area bisnis, di tengah nya ada lokasi menjajakan makanan of high delicacies.
Sejauh mata memandang, all those grandeur ancient ruins, subhanallaah.  Di latar belakangi oleh pegunungan berpuncak salju!

Oh ya, Perge is also of importance for Chrisianity. The apostle St Paul, arrived in Perge during his misionary journeys through Aksu River. Dan ini dicatat di Buku Testamen Baru, oleh karena itu, the city Perge n the river, are considered one of the hollowed grounds of Christianity.

ASPENDOS (Belkis)
Letaknya 48 km timur Antalya. Terkenal karena struktur arsitekturnya yang sophisticated spt aquaducts, the temples, and the stadium.
Ia juga terkenal untuk horse breeding dan trading nya.
Perihal aquaducts; bangsa Turki sangat canggih dalam hal tata kelola air. Luar biasa banget deh.

Aspendos theater:
Merupakan salah satu dari the most magnificent and well-preserved buildings in the world.
Dibangun di jaman Roman Emperor Marcus Aurelius (161-180) oleh arsitek Zeno (anak dari Theodorus). Kapasitasnya kira2 15 – 20 ribu spectators (browsing deh gambarnya).

Strukturnya sangat ideal untuk sebuah orkestra. Suara lembut sekalipun, terdengar jelas di semua penjuru (ada turis menyanyi di tengah lapangan, and we experienced such a soft and tranquil feeling).

Legenda terkait pembangunan Aspendos theater:

Dahulu kala, seorang raja di daerah tsb berniat mempersembahkan putrinya untuk dipersunting oleh warga kota yang paling berjasa buat negerinya. Dari sekian banyak pelamar, hanya dua yang memenuhi persyaratan sang raja.

Yang satu, berhasil membangun suatu aquaduct, yang berhasil menyalurkan suplai air buat kota dari tampat yang sangat jauh.
Yang lainnya, buah karyanya adalah membangun teater monumental bagi kota tsb.
Pada awalnya, sang ayah berniat menyerahkan putrinya ke pria pembuat aquaduct. Sang putri sendiri nampaknya jatuh hati pada si pembuat teater. Ia meminta sang ayah untuk menengok teater nya terlebih dahulu sblm membuat suatu keputusan.

Sang Raja dan putrinya pergi ke teater tsb lalu naik ke upper galery. Di sana, arsitek si pembuat berokestra lalu “bowing” sambil bergumam “the King’s daughter must be mine”.
Meski suaranya sangat perlahan, tetapi terdengar jelas sehingga Raja semakin terpana oleh sistem akustik teater tsb. Rajapun handing his daughter’s hand to that man (pernikahan juga dilaksanakan di teater tsb)

Saat ini, Aspendos Theater terkenal sbg tempat menyelenggarakan “Aspendos International Operas and Ballet Festival”.

Itulah perjalanan kecil saya (still for me it is a cultural expedition).
Tergopoh kami kembali ke hotel, bayar taksinya patungan, spread, balik ke konferens

Ketika saya meninggalkan Antalya, saya sadar, banyak sekali yg sebetulnya harus saya “pelajari” untuk memperkaya khasanah budaya saya. Apa daya, waktu tidak memungkinkan. Hopefully … One day … Anak cucu saya, kalian, anak2 kalian … Bisa melanjutkan ekspedisi budaya ini.

Sampai jumpa di seri berikut, Istanbul, my little religious expedition
Semoga gak bosen bacanya (tapi ngutang ya, soalnya kan mesti buat lap WHO dulu)

Love
Wati
Patient Safety, first

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: