Antibiotik Bukan untuk Semua Jenis Penyakit

Kamis, 06 Maret 2014 | 15:48

 

 Obat antibiotik

Obat antibiotik

Jakarta – Banyak yang menganggap antibiotik bisa dikonsumsi kapan saja dan untuk penyakit apapun. Padahal hal itu tidak benar dan bisa membuat seseorang mengalami kebal antibiotik atau resisten. Untuk itu, Yayasan Orangtua Peduli (YOP) bersama organisasi nirlaba berpusat di Swedia, Action on Antibiotic Resistance (ReAct) menjalankan program Bijak Antibiotik atau Smart Use Antibiotic (SUA).

SUA yang berjalan sejak 2012 lalu ini menyebarkan pesan-pesan terkait penggunaan antibiotik dan resestensi bakteri kepada masyarakat luas terutama para orangtua.

“Program ini difokuskan pada penggunaan antibiotik untuk berbagai penyakit harian yang disebabkan virus, khususnya selesma dan diare akut,” ujar Koordinator Porgram SUA YOP, Vida Parady, saat ditemui di Jakarta, Kamis (06/03).

Program SUA ini hadir untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pencegahan resistensi antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat akan menyebabkan bakteri bermutasi dan kebal sehingga tidak mampu dilawan antibiotik.

Menurut Vida, alasan fokus ke selesma dan diare akut dikarenakan kedua penyakit itu yang sering dialami. Khususnya anak-anak dan selama ini masyarakat salah kaprah akan penanganannya yang menggunakan antibiotik. Padahal penyakit tersebut disebabkan oleh virus dan dapat sembuh tanpa obat.

“Sudah jadi common practice kena pilek, demam dan diare menggunakan antibiotik, padahal salah. Apalagi ini sering terjadi pada anak-anak,” ujar Vida.

Dalam menjalankan program ini, ada sekitar 50 orang relawan yang berasal dari Jabodetabek, Yogjakarta, Bali, dan Surabaya. Masing-masing relawan membagikan informasi kepada keluarga binaan.

“Training untuk relawan di kota-kota tersebut selama 2 hari penuh dari dokter-dokter YOP. Training mengenai beda virus dan bakteri, bagaimana treatmentnya,” kata Vida.

Selain itu YOP juga berbagi informasi melalui twitter @milisehat, Facebook, sehat@yahoogroups.com, serta situs www.milissehat.web.id dan www.bijak-antibiotik.com.

“Harapan kami dengan berbagi dan sering menyebarkan informasi, masyarakat tahu bahwa hal yang dianggap diluar kebiasaan (tidak memberikan antibiotik ke penyakit seperti flu maupun demam) adalah hal yang benar,” ujar Vida.

Penulis: Carla Isati Octama/MUT

Sumber : beritasatu.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: