Ini Alasan Antibiotik Harus Dihabiskan Sesuai Resep

Kamis, 06 Maret 2014 | 22:30

Ilustrasi obat-obatan
Ilustrasi obat-obatan (sumber: Wikipedia)

Jakarta – Banyak pasien yang merasa sudah sembuh setelah meminum beberapa kali obat antibiotik. Sehingga, tidak menghabiskan antibiotik yang telah diresepkan dokter. Padahal harusnya pasien menghabiskan sesuai petunjuk dokter.

“Sangat keliru kalau antibiotik tidak dihabiskan. Misalnya TBC antibiotik untuk 6 bulan, lalu baru sebulan merasa sehat dan distop obatnya,” ujar dokter anak dr. Purnamawati S Pujiarto, SpAK, MMPed saat ditemui di Jakarta.

Purnamawati melanjutkan, apabila obat yang seharusnya dikonsumsi selama 6 bulan dan baru sebulan sudah dihentikan oleh pasien, maka baru beberapa persen kuman yang mati.

“Yang lainnya akan bermutasi dan menjadi resisten supaya tidak bisa diperangi lagi,” kata Purnamawati yang merupakan founder dari Yayasan Orang Tua Peduli (YOP).

Apabila bakteri sudah menjadi resisten (superbugs) maka nantinya penderita penyakit akan sulit mencari antibiotik yang efektif. hal itu karena bakteri sudah kebal akan antibiotik.

“Maka saat kita jatuh sakit cari tahu kenapa, penyebabnya apa. Kalau sayang badan kita, mari sama-sama gunakan antibiotik dengan bijak. Pada saat butuh antibiotik tidak akan susah karena (bakteri dalam tubuh kita) tidak resisten,” tutupnya.

Penulis: Carla Isati Octama/MUT

Sumber : Beritasatu.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: