Tak Perlu Selalu Musuhi Bakteri

Penulis : Unoviana Kartika | Kamis, 6 Maret 2014 | 16:16 WIB


KOMPAS.com — Jika mendengar kata “bakteri”, kerap kali yang terlintas di pikiran adalah organisme yang merugikan dan menyebabkan penyakit. Namun, sebenarnya bakteri tidak selamanya seperti yang dibayangkan karena sebenarnya mikro-organisme satu ini juga banyak menguntungkan manusia. Jadi, dapat dikatakan bakteri bukanlah musuh manusia karena manusia tidak bisa hidup tanpa bakteri.

Dokter spesialis anak Purnawati Pujiarto yang juga aktivis dari Yayasan Orangtua Peduli (YOP) mengatakan, tidak semua bakteri itu “jahat”. Ada juga bakteri “baik” yang menguntungkan manusia. Upaya manusia melawan atau memusnahkan bakteri dapat berdampak kontraproduktif. Pasalnya, bakteri yang dibunuh akan membentuk resistensi.

Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dan aman menyebabkan bakteri bermutasi dan menjadi resisten atau kebal sehingga tidak lagi mampu dilawan dengan antibiotik.

“Kondisi tersebut akan merugikan konsumen karena jika bakteri yang semakin kebal dengan antibiotik akan lebih sulit lagi dibunuh jika benar menyebabkan penyakit,” tegas Purnawati dalam sebuah diskusi kesehatan bertajuk “Bakteri: Kawan atau Lawan?” di Jakarta, Kamis (6/3/2014).

Dalam kesempatan yang sama, Satya Sivaraman dari ReAct, jaringan global dengan konsentrasi aksi resistensi bakteri yang berpusat di Uppsala University Swedia, mengatakan, dari jutaan jenis bakteri yang ada di dunia, hanya sekitar 150 jenis yang bersifat patogen atau menyebabkan penyakit pada manusia. Sisanya tidak menyebabkan penyakit atau bahkan menguntungkan manusia.

“Bakteri sangat berguna dalam proses pencernaan. Dari mulai saluran pencernaan paling ujung, yaitu mulut, hingga ke usus besar terdapat bakteri yang membantu proses tersebut,” ujarnya.

Bakteri, lanjut dia, juga berada di kulit manusia dalam jumlah yang banyak sekali. Bahkan jumlahnya 10 kali lipat lebih banyak daripada sel-sel tubuh yang ada di kulit itu sendiri. Fungsi bakteri itu, kata Satya, adalah untuk melindungi tubuh.

Satya menggambarkan, bakteri memberikan manfaat pada manusia selama berada dalam kondisi yang benar seperti buah yang memberikan manfaat jika dimakan dengan benar.

“Tapi kalau dimakan dalam kondisi salah, misalnya sampai menimbulkan tersedak, tidak bisa dikatakan buah tidak baik untuk dimakan. Begitu pula dengan bakteri yang ada di kulit, bisa membahayakan jika kulit terluka, bakteri bisa masuk ke dalam aliran darah dan menginfeksi tubuh,” kata Satya.

Selain itu, fungsi positif bakteri antara lain digunakan untuk industri makanan, seperti pembuatan produk-produk fermentasi seperti yogurt atau keju. Bakteri juga berguna dalam pembusukan limbah, industri minyak, dan lain-lain.

Sumber : Kompas.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: