Ayu Bowan…

Ayu bowan
(Welcome …. To Sri Lanka)

Dear all

Akhirnya, kami sampai di penghujung consultative meeting dan draft strategi patient safety untuk regional area of south east Asia – selesai sudah.

Persiapan di masing2 negara sudah mulai dari sebelumnya. Paling tidak sebulan sebelumnya.

Adapun negara yg masuk regio asia tenggara berdasarkan pembagianm regions nya WHO adalah:
India, Bangladesh, sri Lanka, Maldives, Nepal, Bhuttan, myanmar, Thailand, Korea Utara, timor Leste dan Indonesia. Dan saya bersyukur telah mengambil keputusan yg tepat (untuk berangkat ke SL).
Banyak pembelajaran, banyak kawan, banyak tambahan wawasan dan pengalaman.

Kali ini saya cuma dongeng perihal Sri Lanka/Colombo.

Kami tiba jam 2.00 AM (alias jam 03.30 WIB; lumayan delay nya). SQ kok delay sih? Hehehe Soetta nya yg menjengkelkan. Sudah sedikitnya 1 tahun, setiap kali akan terbang, pasti delay lantaran antrian di runway yg tak masuk akal.
Kalau akan melanjutkan penerbangan (connecting flight; apalagi kalau airline nya beda dg airline yg pertama ditumpangi), bisa runyam.

Sesampainya di sing, kami harus gerak cepat, naik train, poindah terminal, untuk masuk gate ke penerbangan berikutnya ke colombo.

Jadi … Soetta kita memang sudah tak layak jadi airport international. Semoga pembangunan perluasannya lancar dan segera rampung.

Sesampainya di colombo, saya cukup kagum. Tengah malam, airport nya masih “alive”, terang benderang. Ada pameran alat elektronik pula hehehe (emangnya ada ya yg mau beli alat elektronik di airport; tengah malam pula hehehe)

Saya ke imigrasi. Antrian pendek, cepeeet. Kalau di soetta, antriannya puanjang. Luama hehehe

Dari situ saya ke belt luggage. Ternyata, gak lama, koper merah mungil saya muncul. Wow … Gumam saya.
Di Soetta, ambil bagasi dr LN, luamaaa.
Kalau mau cepat?? Ada caranya
Bayar diam2 kuli, kasih lembar bagasi kita. Voila!!

Dari situ saya ke toilet. Kagum lagi saya. Bersiiihhhh! Kering!!! Gak bau pesing!!
(Di soetta, becek, pesing pula)
(Jadi ingat kalau Pesat, maaf ya, ke toilet sebelum jam 10 masih nyaman, habis itu mah becek bau gak karuan hiks; maaf).

Dari teoliet kami keluar, sudah ada yg menjemput. Udara segar. Di mobil van, kami meluncur (37 km) menuju hotel. Lho kok teratur ya tata jalan; trotoir lebar, pohon rindang banyak. Lampu terang.
Daaaaan bersih, No litters!
Tapi mungkin krn tengah malam ya (hehehe, maksudnya?)

Sampai hotel (bagus hotelnya), urus check in. Masuk kamar. Mandi hangat lalu terkapar. Jam 6 waktu setempat kaget, bangun, lihat jendela – view nya cantik.

Seharian di dalam ruangan conferemce – jam 18 selesai. Jam 19 diundang kereception night, ada pegelaran tari tradisional.
Masih kalah jauh sama indo/India/Thai
Jam 21 gak kuat. Tidurrrrrr

Rabu, jam 6 pagi, jalan ke beach – 15 menit lah kalau santai2. Bangunan tua kiri kanan; sangat terpelihara dan cantik. Trotoir lebar dan sangat bersih. Sampai di beach, sepanjang tepian jalan lebar untuk pejalan kaki dan jogging. Lalu lalang masyarakat lokal dan asing. Saya iri.
Di bali, anyer, rakyat setempat tak lagi memiliki pantai. Semua punya hotel/resort. Aneh pemerintah kita.

Hal kedua yg mengagumkan buat saya, kebersihannya. Pasirnya coklat lembut – tak ada sampah. Bersih sih sih sih sih. Subhanallaah
Hebatnya orang Sri lanka (jadi ingat di Soetta, salah satu peserta (kan total dr indoa – 4) tanya dg sinis:
Apa sih yg bagus di sri lanka.
W: pemandangannya bu!
Muka nya langsung ketekuk hehehe – cuma sebentar kok.
Banyak ruby ya bu, kata beliau….)

Sambil menikmati udara pagi yg nyaman, saya duduk di bangku tepi pantai. Kok bisa ya mereka disiplin.
Oh ya, tempat sampah tersedia – banyak – besar2 – rapi dan bersih.

Sepanjang pantai ada yg jualan?
Ada
Kaki lima tapi kiosnya seragam, warnanya hijau. Apik serba teratur.

Jalan dari pantai, bis nya manusiawi meski tua. Stop nya di halte. Bajaj nya (three wheelers namanya) – bersih, rapih. Kok bisa ya disiplin naik turun di halte. Hiks indonesia…

Tak jauh sebelum hotel, ada kantor informasi tourists.
Jam 7 pagi sudah buka.
Sangat informatif, peta, brosur, buku2 tentang SL lengkap.
Hmmmm … Apiknya.

Sore – jam 17 – selesai meeting seharian – ikut sight seeing. Ke temple agak di luar kota. Kami berdesakan satu van (ber 17) sisanya, shopping.

Sepanjang jalan, meski macet – saya menikmati ancient city yg apik. Motor bisa dihitung dg jari. Sisanya bis dan mobil (jarang lihat mobil mewah).

Temple agak jauh sekitar 15 km. Besar sekali. Penduduk SL mayoritas menganut agama budha tetapi temple nya sangat dipengaruhi tempel hindu dari India.

Di sana kami dibagikan bnga lotus – lambang kedamaian.
Penduduk tengah duduk di pasir, menjalankan ibadah. Semua memakai baju warna putih. Tranquil.

Pulang dr temple, keliling colombo. Parliament – cantik. Danau di tengah kota sebrangnya ada park – cantik dan resik.

Bahkan perkampungannya sekalipun, bersih meski lusuh. Gak ada sampah berceceran, apalagi kantong plastik.

Saya benar2 kagum
Sederhana
Tetapi disiplin.

Sudah dulu ya
Bentar lagi ke bandara
Take off jam 01.20

Love from colombo

Tashi delek (bhuttan)
Kyay zu tin bar de (myanmar)
Dhanyawad (india)
Kam su hap ni da (Korea)
Dhanyabad (Nepal)
Onrigada (Timor Leste)
Shukuriyya (Maldives)
Kopkunwa (Thai)
Terimakasih
Wati
-patient’s safety first-

sri_lanka1 sri_lanka2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: