Archive for My Loves

The ancient city and its cultural heritage (Part IB)

Dear all

Ternyata … Antalya kota yang penuh daya tarik keluhuran budaya masa lalu, yang terjaga dan dijaga dengan sangat baik.

Sebetulnya, looking back, I realized how ignorant I had been
Gak sempet bener2 making preparation both for the technical scientific meeting as well as for the cultural religious exploration

Kedinginan, GE, kebingungan (tepat nya “kederr”) melihat betapa hebatnya other participants from other countries, dan betapa YOP ini suatu titik kecil (bisakah ia terus exist? Bisakah terus berkiprah? Siapa lagi dokter2 yang mau membantu? Bagaimana kalau saya sudah tidak kuat? All those questions keep on hammering inside) … Hehhhhhh

Hari kedua, habis subuh, meski hujan, berjalan ke bagian pantai hotel ini. Ke pantai. Segeeerrrr, udaranya sangat bersih, tidak sesak polusi. Pantai apik tanpa sampah dan kantong plastik, deburan ombak laut mediterania yang lembut membuat saya tafakur berdyjur kepada Sang Pencipta.

Sorenya, saya kabur 1 sesi, jam 5pm saya naik bis dari halte di sebrang hotel (hujaaannn duingiin, celana jins (rangkap 3) sudah basah sampai di atas mata kaki). 2 TL (Turkish Lira). Waah kalau saja indonesia punya sistem transportasi umum seperti ini, dijamin kemacetan bisa diminimalisir. Saya dibantu karena saya bilang: “I need to go to the old city” (old city = Kaleici)
Supir dan seorang perempuan Turki membantu menunjukkan dimana saya harus turun.

Turun dari bis, sempat “get lost” buat beberapa lama (tak semua yang saya tanya paham maksud pertanyaan saya). Jebul2 saya di muka Hydrilic tower, bangunan kuno abad … Yang didirikan untuk ….

Dari sana saya jalan kaki ke old city yang berada di balik city wall. Old city ini bag pertama dari kota Antalya yang inhabitated (sudah selama 2000 tahunan) dan dipagari oleh the city wall

Kaleici … Ahh … Romantic. It combines the aesthethics of old and new.
Saat ini, Kaleici merupakan suatu yacht harbour yang modern.

Ada denting suara tram, ada suara penjaja castanyet bakar (kayak biji duren bentuknya), ada suara penjaja gift dan penjaja toko

Pria Turki (kata Ade novita handsome), menyapa dengan rayuan womanizer nya hehehe (kalau di indo dah pada jadi aktor n aktris kayaknya hehehe)
“Madam, come inside madam. We have beuatiful things that match your beauty” etc etc
Kalau kita “gedeg”in kepala, lantas menatap dengan mata sendu, mulut agak agak gimana gitu … “Madam…. You break my heart madam” hahaha
Sayangnya, tambah umur sedikit, pada endut! Hehehe

Malam itu, for the first time, I tasted kebap. Hehehe … Tasty but too rich
Pulang terpaksa naik taksi gak tau jalan, malam, daaan gak tahan dingiinnya. Tapi muahal eeuyyy wong Lara beach kan 12 km dari city centre

Saya kembali ke Kaleici hari terakhir konferens, ambil harbour cruising. Desperate banget, biar murah, nyamperin rombongan turis (ternyata keluarga besar dari Perancis). Saya tanya – how much? 7.5 euro, bicara rombongn. Jadi nekat aja. “Sir, can I join your group?”

Amazing to be able to experience the wonderful smell of the sea water. Airnya jerniiiihhhhh dan asliiii biruuuu turqoise. Menyusuri panai dan clift sekitar harbur, dengan water fall nya di sana sini (antalya sangat terkenal dg water fall nya)

Saya takjub, bersyukur dan tetep bingung
Bersiiih … Cleaners ada dimana mana dan mereka diperengkapi dg GSP (eh bener gak ya istilahnya) … Jadi kalau ada orang buang sampah di jalan, cleaner terdekat akan menghampiri. Tempat sampah dimanaimana jadi jalanan spotlessly clean! Duh Indonesia – batin saya

Information centers ada dimana mana. Brosur nya cantik2. Transportasi publiknya (iiih tramnya kereeeennnn) bagus. Well organized banget. Dari harbour saya harus miwati jalan bebatuan (khas eropa, jalannya bukan aspal) yang nanjaaakk. Di apit pedagang gift. Very tempted buat beli2 at least liat2 but of course impossible soalnya kan saya ambil lunch time jadi mesti cepet balik ke konferens nya hiks.

Hari ke 3 konferens, saya nguping orang2 pada pergi ke Perge dan Aspendos. Aduuh, masak jauh2 gak lihat those ancient Roman ruins sih? Tapi sama siapa ya?
Lagi bengong2, disamperin sama dr Gitanjali dari WHO SEARO. “Wati, do you want to come w me to Perge? So we can share the taxi fare?” Subhanallaah, kok ya dimudahkan bangeet. Bargain taksi, off we go, me, Gita n Lisa from boston uny.

PERGE (Aksu)
Ancient city of Perge – letaknya 17 km di timur pusat kota Antalya. Merupakan salah satu kota tertua dan kota yang paling tertata rapi di Anatolia di jman kerajaan Roma (dibangunnya sih pada Hetite period).
Basisnya adalah dua jalan utama; east west dan north south direction. Ada 2 tingkat teater yang very well preserved, padahal didirikan abad ke dua AD. Patung2nya luar biasa, ada banyak menara, monumental fountain, bath houses (cold, warm, hot baths; jadi ada 3 chambers; daaan sudah ada closet jongkok lhooo).
Principal structure nya : agora, cistern (ini menarik lho, di istanbul juga ada), theatre, necropolis lined street, assembly hall dan gymnasium.
City plan nya canggih!!
Ada area bisnis, di tengah nya ada lokasi menjajakan makanan of high delicacies.
Sejauh mata memandang, all those grandeur ancient ruins, subhanallaah.  Di latar belakangi oleh pegunungan berpuncak salju!

Oh ya, Perge is also of importance for Chrisianity. The apostle St Paul, arrived in Perge during his misionary journeys through Aksu River. Dan ini dicatat di Buku Testamen Baru, oleh karena itu, the city Perge n the river, are considered one of the hollowed grounds of Christianity.

ASPENDOS (Belkis)
Letaknya 48 km timur Antalya. Terkenal karena struktur arsitekturnya yang sophisticated spt aquaducts, the temples, and the stadium.
Ia juga terkenal untuk horse breeding dan trading nya.
Perihal aquaducts; bangsa Turki sangat canggih dalam hal tata kelola air. Luar biasa banget deh.

Aspendos theater:
Merupakan salah satu dari the most magnificent and well-preserved buildings in the world.
Dibangun di jaman Roman Emperor Marcus Aurelius (161-180) oleh arsitek Zeno (anak dari Theodorus). Kapasitasnya kira2 15 – 20 ribu spectators (browsing deh gambarnya).

Strukturnya sangat ideal untuk sebuah orkestra. Suara lembut sekalipun, terdengar jelas di semua penjuru (ada turis menyanyi di tengah lapangan, and we experienced such a soft and tranquil feeling).

Legenda terkait pembangunan Aspendos theater:

Dahulu kala, seorang raja di daerah tsb berniat mempersembahkan putrinya untuk dipersunting oleh warga kota yang paling berjasa buat negerinya. Dari sekian banyak pelamar, hanya dua yang memenuhi persyaratan sang raja.

Yang satu, berhasil membangun suatu aquaduct, yang berhasil menyalurkan suplai air buat kota dari tampat yang sangat jauh.
Yang lainnya, buah karyanya adalah membangun teater monumental bagi kota tsb.
Pada awalnya, sang ayah berniat menyerahkan putrinya ke pria pembuat aquaduct. Sang putri sendiri nampaknya jatuh hati pada si pembuat teater. Ia meminta sang ayah untuk menengok teater nya terlebih dahulu sblm membuat suatu keputusan.

Sang Raja dan putrinya pergi ke teater tsb lalu naik ke upper galery. Di sana, arsitek si pembuat berokestra lalu “bowing” sambil bergumam “the King’s daughter must be mine”.
Meski suaranya sangat perlahan, tetapi terdengar jelas sehingga Raja semakin terpana oleh sistem akustik teater tsb. Rajapun handing his daughter’s hand to that man (pernikahan juga dilaksanakan di teater tsb)

Saat ini, Aspendos Theater terkenal sbg tempat menyelenggarakan “Aspendos International Operas and Ballet Festival”.

Itulah perjalanan kecil saya (still for me it is a cultural expedition).
Tergopoh kami kembali ke hotel, bayar taksinya patungan, spread, balik ke konferens

Ketika saya meninggalkan Antalya, saya sadar, banyak sekali yg sebetulnya harus saya “pelajari” untuk memperkaya khasanah budaya saya. Apa daya, waktu tidak memungkinkan. Hopefully … One day … Anak cucu saya, kalian, anak2 kalian … Bisa melanjutkan ekspedisi budaya ini.

Sampai jumpa di seri berikut, Istanbul, my little religious expedition
Semoga gak bosen bacanya (tapi ngutang ya, soalnya kan mesti buat lap WHO dulu)

Love
Wati
Patient Safety, first

Leave a comment »

Blue Turqoise : Heaven on earth (part IA)

Jakarta 24.11.2011
Jam 23.40

Dear all
Selamat malam
Maaf baru muncul. Di Antalya, di tempat konferensi, sulit sekali memperoleh koneksi internet (sdh ngantri lama, pas duduk, gak bisa dpt koneksi. Wifi juga buruk

Saya berangkat minggu sore dg Turkish Airlines, senin subuh landing di Attaturk Airport Istanbul lalu jam 8 terbang dg domestik craft ke Antalya
Tiba jam 10an – sibuk nego taksi, beruntung bisa patungan dg participants dari Oman dan Kenya
Sampai di hotel, lapor Viya Tour, official travel biro nya ICIUM, urus check in hotel (tapi blm bisa masuk kamar krn blm siap), langsung ke venue conference, registrasi

Hotel Kervansaray terletak di Lara beach, 12 km dari pusat kota Antalya.
Hotelnya buesaaarrr. Kolam renang ada 4 (incl 1 wave pool dg seluncurannya yg meliuk liuk), plus satu indoor swimming poool yg hangat.
Ada children playground park yang lapang, satu lapangan rugby, satu area rumah kaca buat tanaman agar tetap bisa subur krn suhu diatur) dst dst
Hotel ini terletak di pantai laut mediterrania.
Biaya incl makan 3x sepuasnya, makanan pun melimpah ruah. Murah jatuhnya.

Makan siang sebentar lalu lari ke tempat konferensi. Opening address – sayang, tiduuurrr hiks. Habis plennary masuk kamar bentar, sholat, balik ke tempat kongres.

Dongeng ilmiahnya belakngan ya. Mau dongeng non scientific part nya dulu.

Antalya … Artefak prehistoris sudah ditemukan sejak jaman paleolitik. Pada jaman kerajaan Hitite, disebut sbg Azarva (the migration of a ntion) yang dihancurkan pada akhir abad 13 BC. Digantikan oleh suatu kota politis berstruktur yaang disebut sbg Antalya.

Antara tahun 560 – 546 BC, dikuasai oleh The Lydaans dan lalu dikuasai bangsa Persia sampai Antalya ditaklukan oleh Alexander The Great (handsome kalau lihat patung dan gambarnya hehehe). Ia pun dinamai sbg Anatolia (334-333 BC).

Setelah Alexander Yang Agung meninggal th 323 BC, Anatolia dikuasa salah satu jendralnya. Di Turki, Anatolia merupakan salah satu dari 3 kota tertua di Turki selain Istanbul dan Ankara.

Demikianlah pergantian kekuasaan terus berlanjut sampai pada abad ke 2 BC, king Attolos dari Pergamum (browsing deh, ini juga kerajaan yang hebat dalam sejarah) dan diberi nama Attaleia. Tujuan nya adalah untuk menjaga bagian selaan dan barat selatan pantai kerajaannya. Setelah kerajaan ini jatuh, Antalya masuk dalam wilayah Roman empire. Namun sejak abad ke7 dst, dia berada antara kerajaan Seljuk dan Byanthine (browsing lagi deh yg ini),

Pada tahun 1391, Antalya dimasukkan ke wilayah Ottoman empire (browsing lagi deh krn ini juga salah satu tonggak era keemasan Turki).

Sebuah legenda kuno menuturkan sbb.
Suatu hari, king Attalos II memerintahkan para pembantunya untuk pergi Ke 4 arah mata angin seraya bertitah:
“Go and find me a place so beautiful that all kings and rulers will covet it; go and find me the paradise on earth”.

Meski mereka menemukan banyak area cantik tetapi dianggap belum memenuhi keinginan sang raja … sampai menemukan suatu pantai dg hutan yang cantik dan dipagari pegunungan berpuncak salju (Taurus mountains).
King Attalos then seeing the yellow sand of the beaches blend with the blue of the sky (bener asli, on sunny days, the sky is sooo blue and clear) and the deep blue of the sea that reflected the green of the virgin forests was the spellbound ( saya jugaaaaa). Disitulah dititahkannya dibangun sebuah kota yang diberi nama Attaleia (home of Attalos) sbg penghormatan kpd sang raja.

Dalam perjalanannya, Antalya dikunjungi banyak “orang penting” antara lain Queen Cleopatra (yang menyatakan kota ini : is an earthly paradise.

Hari kedua, habis subuh, meski hujan, berjalan ke bagian pantai hotel ini. Ke pantai. Segeeerrrr, udaranya sangat bersih, tidak sesak polusi. Pantai apik tanpa sampah dan kantong plastik, deburan ombak laut mediterania yang lembut membuat saya tafakur bersyukur kepada Sang Pencipta.

Nowadays, Antalya is known as “the pearl of mediterranean” and as The Turkish Riviera. Dan … Merupakan salah satu destinasi wisata terkenal di dunia.

Maaf dongengnya panjang
Nanti disambung ya; Antalya part IB, Istanbul, dan scientific sectionnya (tapi yg dua terakhir setelah selesai laporan buat WHO ya, bahaya kalau gak bikin technical report)

Maaf juga belum bisa mantengin milis karena ada bbp urgent matters need to be dealt with asap.

Ps: chichiii congraatssss

Love
Wati
Patient Safety, first

Leave a comment »

YOP, ReAct, Thai visit…

Jakarta, 11 Mei 2011 jam 19.25

Dear all
Mumpung badan lagi not very delicious hehehe, mau buat “laporan” selayang pandang. Siapa tahu bisa menambah wawasan buat merenung

PRA THAI VISIT
April ternyataaaa …. Hectic juga
Ditambah deg2an Famgath
Alhamdulillaah satu persatu terlalui dg baik. Big big thx for the great tim of YOP n sehatgroup as well as the marvellous famgath team.

Kamis tg 28 packing. Persiapan semua materi buat di Thai. Beres jam 2 an pagi, tenaaaang

Jumat, pagi hari cucu, coba excercise sedikit, belanja snacks buat di thai. Malam sama windhi jemput dr firman (pake salah jemput; nangkring di blok M padahal dr firman di depan SMA 6). Otw ke markas lewat kemang, muacett hehehe untung W baik, mau turun beliin avocadocoffee nya excelso hehehe.

Sampai markas diskusi 1 jam an lah re materi bangkok sama anto dan W dan F. Anto pulang after midnite, yg lain nginep di markas

Tg 30 april jam 6.30 saya dan dr firman jalan kaki dari markas ke cikal. Maaf ya dr firman dikerjain hehehe. Banjir keringat deh untung bisa ganti pakai kaos famgath hehehe
Senangnya di famgath ketemu banyak wajah lama dan wajah baru. Amazing experience!
Seneng banyak merchandise buat dibawa ke thai. Asiiiik mugs, T shirt, pin dll. Rugi yang gak beli hehehe

Pulang ke rumah terkapar pulesss (dr firman colds jadi gak bisa tidur hehehe kasian). Malam packing lagi masukin merchandise, final presentation prep lagi.

Tg 1 mei, jam 7 off to the airport. Remuk? Iyalah hehehe tulang tua nih
Excited juga. Di pesawat, ada beberapa rows di belakang yg kosong jadi bisa tiduran bentar, lumayan
Landing di Svarnabhumi jam 17an, ikut petunjuk Michael Chai (ReAct Searo), cari taksi (semua mudah dan cepat), 400 baht (incl tol, tip) sampai hotel jam 18 lebih. Masuk kamar, cek HP (xl mnya kok gak bisa hiks untung mentari bisa)
Capek – mandi anget, lapar. Pesen makan soalnya gak kuat mau jalan keluar. Utak atik slides dan otak atik data buat presentasi di chevron 19 mei nanti.
Mau tidur cepet tapi tetep aja di atas jam 1 am

THAI VISIT
Tg 2 mei, kunjungan ke project ASU nya thai (antibiotic smart use).
Sebelum jam 8 pagi ke lobi, clingak clinguk (kan blm ada yg kenal) ternyata lihat wajah familiar Dr Nithima (jumpa di delhi juli 2010).
Beliau bersama bbp orang yang ternyata bener … Semua rombongan trip ke ASU project.
Kami ber8: prof Isidharo (philipines), dr Jaya (ber4) dari malaysia, Marry Murray dari ausie (ReAct), saya (Ina), Nithima dan 2 tim nya (ASU), Marwan (jounalist yang ditunjuk ReAct utk meliput semua kegiatan regional conference ini)

Kami berangkat dg van. Expecting jamm! Turned out … Very smooth! No jamm at all. Mungkin karena sebagian besar melalui highway? Entahlah!
Tol dan highway nya lancar (gak kayak tol di jak hiks). Monorail juga paralel dg highway
selepas highway, jalan tetep mulus, lebar, lancar.
Kami menuju Saraburi, sekitar 4 or 3.5 jam dari bangkok. Terpencil, sepii tetapi gak ada jalan yg rusAk atau macet. Pemandangan sepanjang jalan membuat iri!
Sawah membentang! Kadang diselingi ladang. Sedih memikirkan sawah dan petani di Indo. Waktu kecil, kalau naik kereta api ke bdg, sejauh mata memandang di pantura, sawah. Sekarang?
No wonder indo yg stapple food nya beras dan overpopulated, justru impor beras (kalau harga beras terus membumbung dan devisa menipis, celaka!). Thailand bukan sekedar swa sembada pangan, mereka juga ekspotir pangan yang acknowledged. Di ausie dulu, saya makan beras Thai (uenaakk, haruuum, murah).

Selain sawah, ladangnya, perkebunan nya (termasuk buah buahan).

Sarabury daerah yang berbukit-bukit. Lumayan pemandangannya meski tdk se eksotik puncak jaman dulu. Di sini ada wineyard! Hiks serasa di perancis (waktu naik kereta api dari geneve jan 2010).

Sampailah kami di kecamatan lung khao. Parkir di puskesmas (foto nanti saya taruh di blog). Agak bingung bingung saya. Kecil ya puskesmasnya. Tapiiiii kok cantik? Artistik, rapiii dan bersiiih.

Halaman depan asri. Di sudut kanan ada rumah joglo lah dengan bangku2 kayu, buat yang nunggu antrian dg pemandangan ke bawah ke bukit dan lembah.
Di depan ada poster besar bertuliskan Antibiotic Smart Use

Saya tergopoh gopoh cari toilet (setelah duduk di van lebih dari 3 jam). Diantar staf puskesmas ke toilet. Mbatin: “this can’t be true”. Bukan hanya bersih, tetapi juga cantik dan harum.
Mbatin: “oh pasti ini buat dokternya”
Ternyata gak tuh wong satu2nya wc di situ. Ada bowl dg air diisi bunga kemboja pink dan kuning. Ada lilin air 2. Bingung euuy (soalnya di van sempat ytertidur sebentar, jangan2 mimpiii)

Di depan toilet, ada poster washing hands save lives.
Hmmm
Oh ya lokasi toilet di samping kamar kebidanan yang lagi2 apik tetapi amat sederhana.

Lalu saya jalan2 di dalam puskesmas. Ada ruang periksa dan ruang tindakan yang sederhana tapi sangat bersih!

Lalu ke pojok asi dengan kasur di lantai buat latihan menyusui. Poster2 asi sederhana digantung di dinding
Terakhir, saya ke apotek. Bener2 obatnya ramping, sesuai daftar obat esensial. Pilihan ab juga gak banyak
Dannnnn …. Guess what?!
Gak ADA puyer booooo
Hehehehe

Lalu kami digIiring ke ruang pertemuan di samping puskesmas.

Pegel
Sekian duluuu ya
Nanti disambung

Wati
(Ternyata di bangkok pun, wC umumnya bersiiiih)
Patient Safety, first

Jam 22.10

ASU adalah singkatan dari Antibiotic Smart Use
Program ini diselenggarakan bertahap

Pelaksananya: pem Thai, dept of public health, FDA nya thai, Chulalongkorn Univ, …. Lengkapnya bisa dilihat di webnya ReAct.

Di ruang pertemuan telah berkumpul dr Nithima (project officer nya) dg tim, kepala dinas kesehatan Saraburi, farmasis dinkes Saraburi, staf puskesmas (sebagian, krn yang lain kerja), dan bbp health volunteers dari kalangan masyarakat setempat (salah satunya seorang monk).

Kami pun diperkenalkan pada program ASU ini

Intinya adalah menangkar resistensi kuman terhadap AB.
Bahaya antibiotic resistance semakin hebat. Thai memutuskan untuk membuat masyarakat sadar sesadar sadarnya akan bahaya penggunaan AB yang bombastis tdk rasional.
(Selain program di tataran regulasi, akademis, institusi, RS

Memangnya pola peresepan di thai sudah bagus? EBM?
Ya belum
Masih polifarmasi, masih overuse AB nya, tapi kayaknya kita masih “menang” deh hehehe.

Nah sejak bbp tahun yl (2005) pemerintah dan akademisi juga sadar bahwa sosialisasi ke komunitas terkait penggunaan AB yang benar, harus dilakukan dengan agresif.

Dirancanglah ASU
Intinya:
1. Overuse AB masalah bersama

2. Bahayanya mengenai semua orang. Painful n extremely expensive

3. Semua orang bertanggung jawab memperbaiki penggunaan AB agar lbh rasional.

4. Sedikitnya 3 kondisi ini TIDAK butuh AB (catat! Penting!):

– common cold

– acute GE

– simple wound

Saat ini sudah fase 3 or 4 (maaf lupa)

Pertama, sosialisasi ke nakes.
Tujuan:
1. Accepted by nakes nya
2. Supported by nakes nya
3. Reduced prescription of AB by nakesnya

Tahap berikutnya, uji coba di satu
propinsi
Mereka mendidik nakes
Mendidik anggota masyarakat yang bersedia jadi health volunteers

Mereka berikan modul tetapi masing2 puskesmas “bebas” berkreasi dan berinovasi selama core message nya tetap dijaga: 3 (3 jari diangkat ke atas).

Lung Khao inilah pilot projectnya
Mereka diperkenalkan pada proyek
Lalu diberi waktu untuk berundibg bbp mg. Petinggi desa dan agama duduk dg masyarakat. Ketika sepakat bahwa proyek ini bermanfaat, mereka pun menyatakan ingin terlibat dan dilibatkan (proses yg sama selanjutnya diberlakukan di semua kecamatan, kabupaten ketika propinsi nya sudah menyatakan tertarik)

Demokratis banget ya
Dannnn … Bottom up!
Makanya sukses nih program ASU nya

Nah karena mereka bersedia, maka mulai lah tahapan2 ASU di atas

Sebenarnya konsep dsarnya mirip dg pesat. Fasilitator dari SP diberi kebebasan untuk menyampaikan message presentasinya meski ada modul baku dari YOP.

Health volunteer inilah yang berkala, di balai desa, kasih penyuluhan AB. “No AB pls for these 3 conditions”

Diulang ulang dan diulang2
Setiap desa punya bbp health volunteers

Masing2 health volunteers diserahi untuk “mengawal 10 keluarga, didampingi seorang perawat)

Keluarga2 ini kalau sakit dikawal, disupport. Lalu dicatat

Apakah mereka makan obat?
Obatnya apa? Beli sendiri AB? (Karena nakesnya gak akan kasih AB kalau 3 kondisi di atas)

Nah saat ini, sudah semua propinsi di Thai melaksanakan program ASU
Lalu?

Interestingly, mereka punya survey impact dari asu.
Si nakes2 itu berkala merekap catatannya. Lalu mereka bikin survey sederhana di masyarakat
Hasilnya?

Mereka punya data penggunaan AB di kecamatan dan kabupaten khususnya utk ke 3 kondisi di atas, itu data nya punya masyarakat, punya health volunteer
Kereeen

Di balai desa
Ditempel lah hasil survey dari setiap desa (aduh kok bisa yaaa)
LuarrR biasa
Terjadi penurunan konsumsi AB yang drastis utk ke3 kondisi di atas!

Mereka juga insiatif sendiri secara inovatif bikin poster2 foto … Ada yg “foto model”nya anak (sampai2 dia jadi ngetop di thai) mengacungkan 3 jari)

Lalu di ruang pertemuan puskesmas, kami minta monk nya cerita soal ASU
Marwan … Nyecer dari sisi humanism nya
“Kenapa kamu tertarik melibatkan diri secara aktif dalam program ini?” (Kebanyakan monk di Thai justru aktif di sektor HIV AIDS)

Dengan senyum (monk ini selalu tersenyum) menjawab:

“Saya berpendapat, program ini sangat bermanfaat buat komunitas saya. Masyarakat jadi pinter dan terlindungi dari dampak penggunaan AB yang tidak benar. Saya pikir, program ini sangat baik. Oleh karena itu saya menyediakan diri. Saya belajar dan saya berkeliling ke desa2 bicara dengan rakyat pentingnya AB, pentingnya pinter pakai AB, pentingnya utk tdk pakai AB di ke3 kondisi tsb”

As simple as that
As humble as that
Pemuka agama kita mestinya tersentuh

Oh ya
Politisinya juga melibatkan diri lho
Kapan ya politisi kita bisa begitu?

Ok, minum segelas sirup lokal dg es batu. Biar kepala hati si wati ini ademmm hehhe
Selesai sudah lewat tengah hari
Kami digiring ke van
Dijamu di restoran lokal
Kecil tapi hebat
Punya water system sendiri
Menghadap ke wineyards
Ahhhh

Makan siang kami penuh canda
Menu akrab lidah indo
Lalu kami berangkat Ke dua desa terpencil
Waaah masih panjang niiih perjalanan

Anehnya …. Jalan kecil mulus sampai ke desa paling terpencil
(Kok bisaaaa????)
Di dua desa itu kami berkumpul di balai desa

Para Health volunteers membungkuk mengatupkan tangana menyambut: “Swadeeka”

Lalu mereka diperkenalkan

Bangga sekali desa itu dikunjungi kami padahal justru kami lah yang merasa bebruntung mengenal mereka dan ASU
Monk bicara soal AB, soal 3 kondisi
Soal bahaya overuse AB

Lalu salah satu health volunteer bicara soal hasil survey.
Semua bangga karena mereka sukses menurunkan penggunaan AB yg irasional

Hiks hiks (Menangislah kau wati! Hehehe)

Nah selesai sudah jam 17.30
Otw ke bangkok, kami mampir di RS distrik Donpud
Ehhhh …. Rs kabupatennya keciiiil dibanding indo (berarti lbh efisien yaaa).
Bersiiih. Apiiik

Kami duduk di ruang pertemuan bersama kepala RS yang lantas presntasi. Singkat aja deh
Luarr biasa
Sampai2 peninjau senior dari malaysia menyatakan: “you are a champion”!

Hmmmm bener bagus banget perjuangan rum dan ab use nya dia dan tim. Dokternya cuma 2 incl dia.
FarmasiSnya 4

Saya tanya, kenapa banyak amat farmasis mu utk RS sekecil ini?
Dia bilang:
1 utk riset
1 utk daily op RS
2 untuk lapangan (Public health pharmacists)

Besok2 nya saya terperangah
Ternyata pharmacist Thai kuat banget
They play big n important role in RUM and AB use

Jam 19.30 kami meninggalkan donpud (overwhelmed)

Di perjalanan, tambah bengong lah manusia kota jakarta ini
Sampai hotel di atas jam 21
Exhausted, Enriched

Wati, what will be your next plan back home?
Gak tau gak tau, belum tau
Harap dicatat
ASU bisa besar karena disupport pemerintah, institusi pendidikan, akademisi, dan masyarakat.
Cantik ya!

Mandi anget. Habis makan, back to my old beloved laptop

Preparing data for Chevron, preparing for my presentation tmroww
Ampe jam 1 pagiii.
Night night

Sweet dreams (n sweet reality please)

Wati

(Part III semoga gak lupa, tagih yaa

Jak 12 Mei jam 00. 50

Bangkok 2 Mei
Bangun jam 04.20. Duh masih kepingin peluk bantal, masuk dalam selimut tapi nervous baca agenda di bawah ini.
Bengong bentar, ingat waktu saya congrats dr Nithima, beliau bilang: “ASU kan project nya rakuat, bukan saya”.
Semoga kelak, PROM (promoting rational use of meds) juga dg bangga saya bisa bilang, itu kan projectnya SP. Amiin

Habis subuh, mandi, dandan, baca lagi agenda. Stress juga tapi saya pikir asik nih kelar cepet hari ini hehehe

ReAct-DMDC-SPC Southeast Asia (SEA) Regional Conference:
Dealing with Antimicrobial Resistance and Strategic Plan for Drug System Monitoring & Development
2-4 May 2011
Twin Towers Hotel, Bangkok, Thailand

Day 1(3 May 2011)
8.00am  Registration

8.30am  Introduction of conference and participants
Moderator: ReAct and DMDC-SPC-Chula

[The introductory session will introduce the themes of the regional conference as well as the DMDC Strategic plan meeting, and the participants].

NOTES: baca serba serbi ReAct di link yg dikirim ayah Ghozan ya. Pembukaan singkat, padat. Nah ini dia sesi yg bikin deg2an

9.15am  Panel on ABR-RUD initiatives
Moderator: Dr. Nithima Soompradith
Panelists: Dr. Purnamawati S. Pujiarto, Dr. Jaya Balan and Prof. Dr. Isidro Sia, Prof. Dr. Kunyada Anuwong

[This panel will present and discuss the RUD initiatives at the community level such as the Antibiotic Smart Use (ASU) project in Thailand and the Health Education Program for Parents (HEPP), RUD and patient safety campaigns in Indonesia; as well as the learnings from the study trip of participants to the ASU project site in Saraburi, Thailand)

NOTES: saya presentasi 15 menit. Diawali dg permasalahan overuse of AB baik di sektor publik maupun swasta. Lalu masuk ke core program YOP (health education baik preventive maupun curative measures nya, multistrategy approachnya yg IT based plus kursus kesehatannya. Target sasaran: PRIVATE sector consumers.
Dikemukakan juga impact HEPP terkait knowledge n behavior changes toward better use of AB and medicines

Satu hal penting yang harus dicatat:
Semua pihak setuju bahwa kita tidak bisa menangani masalah antibiotic resistance hanya dg mengopeni sektor publik. Sektor swasta ini  untouchables!! Padahal, masalahnya lebih menyeramkan ketimbang di sektor publik (puskesmas, RSU).

Semua sepakat bahwa ketika ASU bisa diadopt negara lain utk sektor swasta, maka HEPP bisa dicontoh utk sektor swasta.
Core messagesnya hampir sama kok
Kondisi yang kita sosialisasi kan juga 3: demam, ispa, GE akut, tidak butuh AB. Nah kita bisa tamahkan jadi 4 (plus simple wound): TIDAK butuh AB (kecuali sebagian kecil demam yg akb bakteri).
Nah loncat sedikit, saat jumpa pers sblm makan siang, ReAct (diwakili Marry Murray, ausie, pharmacist) menyatakan penghargaan tinggi buat ASU, tetapi ada 2 champions yang highly appreciated yaitu dir RS donpud dan saya dari HEPP.

10.15am Panel on Antimicrobial Stewardship Program (ASP)
Moderator:
Panelists: Dr.Kumthorn Malathum, Dr. Roungtiva Muenpa, Yaowapha Shaijarernwana, Dr. Sripetcharat Mekviwattanawong, Dr.Niyada Kiatying-Angsulee

[This panel will consist of the participants from Thailand involved in the ASP activities in Thailand as well as learnings from the ASP Study visit to Singapore].

NOTE: kerEeen. Sangat teknis
Semoga RS swasta di Indo mau legowo dan mengadopt program ini sehingga indonesia bisa mereduksi permasalahan antibiotic resistance ini

11.30am Competition awards on Thai ABR Campaign and press conference

NOTE:
Para heaLth volunteers diberi penghargaan dari pem Thai
Luar biasa!
Semoga nanti SP fasilitator Pesat dan SP aktivis milis sehat juga dapat penghargaan dari pem Indo (heehe sweet dreams?)

Selain itu diberi penghargaan kepada
1. Juara lomba pidato AB resistance tingkat SD, SMP, SMA
2. Juara lomba melukis di ke3 tingkat
3. Juara pembuatan video ABR oleh masyarakat
4. Juara lomba poster ABR

Nah diliput media dan gaungnya gedeee banget
Gimana gak makin sadar tuh rakyat Thai dlm mempergunakan AB

SAMBUNGAN: 13 Mei jam 12.00

12.30pm Lunch & Thai Poster Exhibition

2.00pm  Panel on Indonesia
Moderator:
Panelists: Dr. Hidayati Mas’ud, Apt., Ms. Zorni Fadia, Ms. Erie Gusnellyanti
Dr Hadi Pratono (Unair)

[This panel will present the ABR situation in Indonesia and current and planned policy measures to address the issues]

NOTES:
PPRA yang diawali di RS soetomo dan Karyadi dan sekarang sudah dilaksanakan di bbp RS.
Mestinya sih konsisten meluas mencakup semua RS termasuk swasta
Kedua, diperbaiki dan diperkuat metodologi dan teknisnya
Amiin

2.30pm  Panel on Research and Studies

NOTES:
Terdiri dari dua sesi yaitu:
A. Laporan penelitian di Vietnam
B. Penyusunan rencana penelitian regional

Laporan penelitian di Vietnam:
Menarik! Hebat!
Ada 3 penelitian di RS dan 1 penelitian lapangan oleh farmasis
Farmasis tsb meneliti jumlah AB yg “keluar” dari beberapa apotek dan rumah obat, di urban maupun rural, dg atau tanpa resep

Bagus banget nnnih
YOP pernah berniat melakukan penelitian serupa tapi banyak kendala tmsk SDm
Di milis ini kan banyak farmasis. Yuk kita email2an between the small group of us and let’s see whether we do have a big space left inside each of us to do a bit more for others incl in term of small research. Ditunggu yaa

Balik ke usulan penelitian hasil panel sore itu.

Secara garis besar ada 2:
A. Penelitian ABR di RS yang diharapkan bisa serempak secara regional (amiin)

Tujuannya: memperoleh data pola kuman, data penggunaan AB, dan data kuman yg resisten
Termasuk pada bayi baru lahir.
Kereeen abiiis
Neonates di kita juga salah satu populasi yang paling terpapar ke irrational use of AB
Incl pilihan AB nya yang suka gimana gituu

B. Penelitian di tataran komunitas.
Alias, exit pharmacy survey
Tim peneliti mendatangi orang yang keluar dari apotek atau toko obat. Mengajukan kuesioner singkat sederhana
Tujuan: mengetahui tingkat dispensing AB baik dg maupun tanpa prescription

Hmmmm
Di panel tsb memang saya agak “ngotot” bahwa penelitian AB jangan cuma di tataran RS.
Memang bagus banget penelitian ini karena bisa jadi landasan kuat menyampaikan rekomendasi ke pemerintah di region ini.

However …..
Let say the recommendation is accepted by our government.
Then?
As long as no monitoring and enforcement, things will not much changed (maybe I am wrong)

Jadi saya meminta teman2 dan ReAct memikirkan penelitian di komunitas.
Tetapi, setelah duduk brainstorming, saya sedih lagiii deeeh
Bisakah kita (bukan sekedar YOP) bersama-sama bergandengan tangan, melakukan survey AB dispensing di atas.

Melamun lah saya sore itu (muleessss sampai bolak balik ke kamar hehehe):

seandainya dari beberapa kota ada min 3-5 volunteers;

Ternyata misalnya ada min 20 kota yang ikut … Bagus bangeeet
(banda Aceh, Medan, lampung, batam, pakan baru, palembang, kal teng, kaltim, kalsel, jakarta, bogor, depok, tangerang, bekasi, bandung, cirebon, tegal, jogja, solo, semarang, surabaya, sidorajo, madiun, malang, bali, lombok, makasar, dll)

Lalu … Tiap volunteer targetnya min 20 responden

Waaa dah gede bangeeet sample nya ya
Ayooo yang berminat ngacuuung (mimpiii kaah? Hehehe. Kenapa tidak?! Siapa takut?!! Hehehe)

Oh ya sore itu kami dibagi 3 grup kecil
1. Riset
2. Kurikulum kedokteran terkait ABR
3. Komunitas dan twinning city

Malaysia buat penelitian terkait pengetahuan nakes perihal ABR. Singkatnya, harus dibuat modul ABR dan direkomendasikan ke pemerintah terkait.
Ok sudah dulu ya
Semoga gak boring bacanya
Semoga kita bisa bikin mass movement re AB dispensing in the community
Masak kalah kitaaaa hehehe

Love
Wati
(Terkapar flu berat)
Patient Safety, first

Comments (2) »

Cinta 16 : Hujan Bulan Desember

Jakarta 18 Dec 2007

Dear all

Tadi malam hujan lebat sekali …. saya pribadi selalu excited setiap kali
mendengar rintik-rintik dan hujan.
Bau dedaunan, bau tanah … hmmm

Di lain pihak, sudah sejak beberapa tahun terakhir, hujan juga membuat saya
merasa prihatin.
Banyak saudara2 kita yang harus menderita karena hujan … padahal … dalam
sejarahnya …. hujan merupakan anugerah Yang maha Kuasa; hujan identik
dengan kesejahteraan dan kemakmuran; hujan juga eksotik.

Di musim penghujan di penghujung tahun 2003 … di kamar tidur anak lanang
kami (yang saat itu tengah jauuh merantau; anak bungsu kuliah di luar kota
jadi hanya saya berdua suami setiap hari malang melintang) …. untuk
pertama kalinya saya berkenalan dengan yang namanya milis hehehe (malu ya
… gaptek bangedd deh). Pak Romzy (pasti ketemu deh kalau ada Famgath) …
membantu saya mendirikan milis sehat.
19 Des 2003!
Dan pendirian ini …. sesuai hasil ngobrol2 di Ramzy Galery Jalan bangka
Nov 2003 seusai ceramah profesionalisme dalam dunia kedokteran yang
pembicaranya salah satunya adalah prof Iwan Darmansjah.

Tahun 2003 memang tahun penuh “peristiwa besar” dalam kehidupan saya, dalam
kehidupan keluarga kecil kami. Termasuk “peristiwa besar” dalam kehidupan
“karir” dan kelimuan saya. … tutup karir lah singkatnya mah hehehe

Ketika kesehatan berangsur memungkinkan … saya rajin mengirimkan artikel2
dan guideline ke beberapa orang dekat (parents) … Saya ingin membuka mata
kita semua … betapa selama ini … kita tidak terbukakan terhadap ilmu …
Padahal … salah satu parameter profesionalisme adalah transparansi.

Saya mulai dengan PC kuno yang bolak balik kena virus hehehe di meja
komputer yang sudah agak miring menahan beban PC dan printernya
Saya paham …saat itu … yang paling confused adalah suami saya …
Dengan penuh cemas tetapi membisu …, ia amati keseharian saya. Dari
katanya “perempuan karir” dan pekerja keras (kalau belajar kan gak kenal
waktu apalagi tadinya mau berangkat lagi hehehe) …sekarang tuh bini gua
sebenernya ngapain yaaa
Memang hidup saya seputar Fisioterapi (tapi sendiri hasil pembelajaran di
Perth Juni 2003) … PC … baca2 ilmukesehatan anak mendasar yang simple
banged hehehe (ketika tadinya hidup saya penuh biomolekuler dan fisiologi,
patologi … maklum “cuma” konsentrasi pada sel hati dan sejuta fungsinya)
… terus kasih advocacy kecil2an … Saya menangkap ada rasa gamang dan iba
di matanya. Tetapi .. dia terus mendukung .. lakukan apa yang ingin kamu
lakukan katanya ..
Pada dasarnya dia tahu .. kalau saya sudah punya mau .. pasti saya tekuni
dengan hati.

PC itu sudah dilego hehehe
dapat [pinjaman laptop dari adik bungsu
Mulai Juli pakai laptop di pojok meja makan
laptopnya sekarang disimpan … sudah tidak compatible.
Beli laptop secondhand … 10 juta (buat saya besar banget tuh hehehe
apalagi saat itu habis sakit luamaa… gak praktek … gaji pensiunan dosen
menengah ya gitu deh hehehe) … alhamdulillah laptop ini robust … setia
menemani saya … menemani kalian semua …
Thanks M … laptopmu luar biasa hehehe
Laptop ini sudah keliling kePESAT berbagai kota .. sudah ke kongres Quality
& safety in helath care Australia, workshop promoting RUD ke komunitas di
jaipur India … sudah ke Australia untuk presentasi kegiatan kami, sudah ke
Singapore, ke Thailand baru2 ini.
Sudah tatap muka dengan WHO … menghadap dan “merayu” (pssst) Unicef, World
bank,
Sudah “show off” di Patient safety Alliance, Depkes, Universitas2, Fakultas2
(MIPA, FKM dst)

laptop ini merupakan bagian dari perjalan kecil milis sehat dan YOP

terimakasih buat semua yang telah mengucapkan selamat HUT buat milis sehat
terimakasih buat HUT milis sehat yang memposting kembali BR, Cinta & Pelangi
saya (hehehe saya gak berani baca .. thanks a lot ya soalnya dokumentasi
saya tidak lengkap).

Terimakasih atas kecintaan dan doa khusyuk kalian buat kegiatan ini
terimakasih atas kontribusi kalian …

Kami hadir karena … kalian
kami hadir karena kita semua punya satu kesamaan mendasar …
kecintaan buat anak2 negeri ini

Ketika laptop ini sudah tak lagi berfungsi …
ketika jari ini kelak (nanti lho .. bukan sekarang hehehe) sudah tak lagi
mampu menekan keyboard …
mimpi dan doa saya …
YOP dan milis sehat serta PESAT … terus eksis .. berkibar dengan rendah
hati
konsisten … tegar … penuh cinta

sebagai penutup … ijinkan saya mengutip Ibu Theresa:
We cannot do great things …
Only small things … with great love
Mother theresa

Di harijadi milis sehat yang ke empat ini ….
Ijinkan saya memohon …
Pada cepet pinter ya … please ….
Jaman semakin tidak karuan
Semakin sulit
salah satu manfaat RUM adalah efisiensi .. uang bisa dihemat karena banyak
sekali pengeluaran yang sebetulnya tidak perlu dan bisa kita save kalau kita
paham RUM, EBM.

permohonan kedua …
coba renungkan … apa yang bisa kalian lakukan untuk menjaga lingkungan
kita yang sudah rusak parah ini …
Memangnya kalian mau dan bisa pindah ke planet lain?
tanam sampah organik, tanam pohon

HEMAT AIR!!!!
Mobil kotor gak papa …
manusia TIDAK BISA MENCIPTAKAN AIR!!
Ajari anak agar menjadi manusia dengan kesadaran lingkungan yang tinggi
Kesehatan tidak bisa lepas dari kondisi lingkungan

HEMAT BBM!!
kurangi pemakaian kendaraan pribadi buat 1- 2 orang
Memang public transportation kita belum nyaman … tapi coba cari jalan
keluar
Kalau bukan kita yang bergerak .. Indonesia semakin karam … mau minta
peran negara?
Pada dasarnya kita “sendirian” kok
Lihat saja kasus lapindo
Rakyat dibiarkan langsung berhadapa dengan korporasi … negara berpaling

demi anak cucu .. kita harus bersatu, kompak,
Kita harus kuat dan proaktif
Kita harus cerdas dan bijak
Dengan demikian … kita Insya Allah bisa menjaga-mengurus diri kita dan
keluarga kita dengan baik …

Selamat idul Adha
selamat Natal buat mereka yang merayakannya

Salam cinta, salam sehat,
salam komitmen
Selamat

wati

Leave a comment »

Cinta 15 : Detik-Detik Langkah Kecil

Jakarta, 15 November 2007
jam 4.58 am

dear all

selamat pagi.
buat saya, setiap hari merupakan hari yag istimewa …. karena selalu saja
ada yang baru
selalu saja ada yang berbeda

ketika akhir tahun 2002 saya memulai kegiatan mengedukasi pasien-pasien saya
….
saya tidak mengira bahwa kegiatan itu ternyata terus berlanjut, bergulir
….

berlanjut & bergulir …. karena …. dari usaha kecil-kecilan ternyata
sekarang yang berhasil mendeliver messages ke banyak orang (bukan sekedar
segelintir pasien dan kenalan). Strateginya pun bukan sekedar duduk duduk
satai dan diskusi melainkan lebih multi jurus …. dimana each strategy,
strengthen the others.

Ada beberapa orang “penting” dalam hati saya yag membantu memberi keyakina
bahwa program edukasi kesehatan untuk masyarakat ini penting dan feasible.

Ibu Prof Deborah Henessy. Tuhan mempertemukan kami lewat ProF Garry warne
… dan saya tak pernah berhenti mensyukurinya
Beliau pakar keperawatan dan kesehatan masyarakat but we so much in common.
Oragnya sangat gigih dan pekerja keras. Ketika tahun 2003 saya sebenarnya
akan kembali “pergi” meninggalkan Indonesia (sedang urus visa dll karena
horeeee … Dapat lagi beasiswa untuk jangka panjang … ada project tentang
pasien atresia bilier – suatu kelainan hati) …
beliau lah yang mengingatkan saya. …
“Kalau kamu pergi untuk meneliti atresia bilier … berapa anak Indonesia
yang kamu tolong? Memangnya banyak anak Indonesia yang atresia bilier? …
Kalau kau meneruskan program edukasi ke masyarakat … berapa banyak anak
Indonesia yag mungkin bisa kamu tolong.”

Singkat cerita …. saya batal pergi…. dan …. “dagangan kaki lima”
sayapun terus berlanjut … sampai saya jumpa orang kuat yang baik hati
lainnya yaitu …

Teman dan guru saya, Ibu Karin Timmermann banyak berandil membuat kegiatan
ini menjadi besar.
beliau adalah MO untk divisi EDM & RUD di WHO Indonesia
Tahun 2003 akhir beliau meminta saya mempresentasikan gagasan dan project
yang saya kerjakan. Ketika banyak pihak justru skeptis dengan apa yang
dilakukan, justru beliau ini melihat PELUANG. Peluang untuk membenahi
masalah RUD di indonesia dari sisi lain
Project kami lantas dibuat menjadi suatu ” pilot project”

beliau dan juga beberapa orang-orang terdekat (pasien pasien yang suda
seperti adik) … menyarankan agar kegiatan ini diformulasi dalam suatu
wadah yang legal.
for somany purposes including funding.

Singkat cerita ….
embryo berdiskusi hehehe
siapa sih embryo
pasien2 saya yang punya kepedulian tinggi (Santi, Amel, Didiet, Maureen,
Penty, dan soul mate saya … Nia) … diskusi santai sambil ngopi, sms, dan
setelah beberapa kali pertemuan ringan
Dibentuklah Yayasan Orangtua Peduli pada tanggal 15 November 2005.
Personil yang saya sebut di atas memang tak dikenal oleh kebanyakan member
milis dan peserta Pesat
“Job desc” nya …memang di belakang layar …. memastikan periuk YOP tetap
berasap hehehehe.
Selain mereka yang disebut namanya … YOP bisa eksis atas jasa kalian semua
yang tak bisa saya sebut satu persatu.

Atas nama pribadi & yop … saya mengucapkan terimakasih yang
sebesar_besarnya kepada kalian semua.

Pengurus inti YOP berhasil mengupayakan agar kegiatan kami juga bisa masuk
ke komunitas yang eksklusif misalnya, kedutaan dan CDnya.
Dutch community di sini misalnya, sudah sangat paham akan YOP dan misi serta
kerjanya
Kemarin … mereka arranged pertemuan kedua … breakfast meeting sambil
presentasi RUM.
Alhmadulillah … selain berhasil raising awareness mereka … merchandise
YOP laku keras dan mereka inisiatif membuka kotak dana (hehehe YOP nya
sendiri gak berani buka kotak dana) … lumayan ….bisa nabung … buat
kegiatan tahun 2008 …

Nanti tg 20 Nov … YOP juga diundang ke suatu kedutaan (jujur, saya stress
presentasi nya nati gimana gitu…) Untung … Ibu Laura Guarenti akan
mendampingi di sesi diskusi. Kan jadi kuat suara lagu yang dikumandangkan
ketimbag kalau hanya saya dan YOP

Di Usia 2 tahun ini … kami mau duduk dan terus bebenah lagi …
Ada beberapa agenda organisasi yang mendesak

Tahun 2008, insya Allah kegiatan rutin YOP bisa tetap berlangsung bahkan
meluas
PESAT perusahaan dan sekolah akan digalakkan
kerjasama Klinik dengan pihak ketiga (perusahaan dan individu …. oh ya …
para expat dah mulai tanya2 apakah KLinik kami menerima pasien expat …..
hehehehe)
Idealnya Research juga ditingkatkan
tentunya dilanjutkan dengan publikasinya

nah tahun 2008, ada 1 riset yang akan diolah (tolong dong kirimin lagi
resep2 hehehe …. siapa yang punya resep yang pernah diberikan pada anaknya
…. please email (scan) atau kirim by post
kontribusinya besar sekali dalam rangka “usaha” perbaikan layanan kes buat
anak.

selajutnya …. tahun 2008 akan diisi dengan membuat tulisan2 dari hasil
penelitian tadi (sekarang tertunda) dan kegiatan keluar dalam rangka
kesinambungan YOP
jadi … nanti dokter2 penerus YOP sudah tidak terlalu kesulitan meneruskan
kegiatan ini (amiin)

Jadi … di hari jadi ini .. .

kai sadar ….
kami masih tertatih-tatih
masih Banyak keterbatasan ….
tetapi
Alhamdulillaah …. masih bisa tetap hadir dan terus berusaha

Di lain sisi …. tentunya YOP tak lagi bisa diperlakukan sebagai suatu
pilot project

konkritnya … harus bisa mandiri

MOHON DOA RESTU kalian semua ya
MOHON BANTUAN dari kalian ya

Bantuan apa?
saya berharap, kalian mau dan mampu …. dalam waktu yang tidak terlalu lama
….. untuk bisa menjadi smarter and wiser (waktu kan terus bergulir)
kalau sederhananya sih … Nduk … cepat besar ya …. hehehe

Kedua, speak up. Terus bicara soal ASI, soal RUD, imunisasi, ekologi, dll.
Bikin arisan di kantor, di rw, di keluarga, dll ….. yang diisi dengan
topik2 kesehatan anak.
Habis pesat jangan terus menghilang melainkan dipraktekka ilmunya
Dipraktekkan di mana? praktek teori di milis, dan di kantor.
Praktek nyata … di rumah ketika anak sakit.

Kalau hanya ikut PESAT terus menghilang … ilmunya gapang erosi dan
potensial ketinggalan informasi … kan ilmu terus berkembang
Dengan ikut milis (terutama aktif menjawab pertanyaan) … sebetulnya
tindakan ini ibarat booster.
Antibodi (ilmu) kalian dipastikan terus “tinggi”

Kalian kan ITnya jauh lebih piawai ketimbang saya
Coba bundel dan di folder email2 sesuai topik
Baca diulag ulang
Bagikan ke saudara dan teman
Share ke member baru

Kalau boleh saya memohon … keluarga besar SEHAT tetap kompak, saling
menyayangi, guyub, saling menghormati. Saling membantu.
Please keep up the RUD spirit

nah …. saya pribadi memohon maaf dan pengertian kalian kalau saya tak
sering2 muncul di milis (kan kalian sudah “besar”) hehehe
Di tahun 2008 yad …. sisa tenaga yang ada pada saya … harus saya
pergunakan untuk memperkuat jejak langkah mandiri YOP ke depan …

Terakhir, mau curhat personal dikit (hehehe bolee ya)
Bulan lalu …. saya excited banget
Maennnn terus sama cucu
Nyanyi terusss dan lau nya setiap hari berubah soalnya eyangnya ngarang
sendiri hehehe (udah gak update lagu anak2 nih hehehe … kapan kalau
senggang mau beli lagu anak2 CD or kaset hehehe … soalnya yang ada
sekarang lagu ketika bungsuku masih balita dan ternyata kasetnya masih bagus
lho … amazing)

Saya nyanyi tentang angin, Daun, hujan< apa aja deh yang kelihatan di depan
mata atau terlintas di pikiran
Sambil gendong atau sambil dorong kereta
Malam juga gitu

suatu malam … saya lagi heboh joget nyanyi dll entertaining si cucu
Bungsu saya ngeliatiiiiin terus
De, kok gitu sih ngeliatin nya
Gak tau ya … insting ibu aja kali ya … kok saya menangkap ada sorot mata
cemburu

terus malamnya saya golek2 di lantai (hiks sekarang gak boleh dan gak bisa
gendong cucu nih …. sedih …. Tapi apa boleh buat demi kesehatan spine
saya … ya sudah deh) …..
Si bungsu ngusap2 kepalaku
“Mah … uban kok tambah banyak sih … cepet banget”
“hehehe cabutin dong de, enak … gatel ….”
“botak mah … gak bisa lah …. dah kebanyakan sih”
“Ya dikit aja deh yang paling gatel … suka enak terus ketiduran” … manja
baget ya emak satu INI

Tiba-tiba …
“Mah, please dont grow old … until …I have kids”

mak nyesssss
I do wish I can respond to that request … yet …

… dah ah …

SELAMAT ULANG TAHUN BUAT YOP
DOAKAN BIAR TETAP BISA BERKIPRAH
TERIMAKASIH TUHAN
Engkau tela mengirim orang-orang baik dan mulai hati kepada kami, kepada
saya

sekalilagi … terimakasih buat semua
tanpa kalian YOP tak bisa berbuat apa-apa

tapi untungnya YOP punya semangat 3C

COMPASSION, COURAGE, COMMITMENT
wati

Leave a comment »

Cinta 14 : Kampung vs Kota

Dear all
makin numpuk hutang saya hehe
tadi mencoba buka2 email tg 30 Mei … ceritanya mau bikin BR sesuai
kemampuan
sampai tg berapa gitu hehehe tapi mata keburu kriyep2 bueraat

Tapi pas mau shut down lho ada 2 email baru
satu dari teman muda saya di fakultas kedokteran .. rencana mau ketemuan
Semoga
kali ini kesampaian) dan satunya dari Maya … wah lantas melek lagi
Hehehe Thanks Maya n Fitria yang “menepis” pandangan ASI = tak metropolis
hehehe
kira2 gitu deh emailnya Widya kan ya

Hmmm…. jadi tertarik nih
Sudah sejak lama kalau saya kasih ceramah saya bikin statement kampung vs
kota
hehehe

Anak kampung ingusan vs anak kota ingusan ….
Di kampung mah …. ingusan gak masyalah .. teteup mai bola, teteup
nyemplung ke
kali, teteup ujan2an hehehe
Di kota …. anak ingusan serumah sewot … entah takut apa .. ada yang
bilang
.. takut turun ke paru-paru2 … padahal kan ada refleks batuk … ingusnya
kan
jadi “mental”
Jadilah anak kota dapat puyer pilek ibarat jamu campur sari
Ada antihistamin, ada efedrin/pseudioefedrin, ada antibiotik, ada luminal,
dengan atau tanpa steroid

… Salahkah saya kalu terus bergumam … hmmmm nikmatnya jadi anak kampung
….
hehehe

Anak kampung mencret vs anak kota mencret
Anak kampung mencret emaknya nggodong daun jambu … srusup srusup … kudu
habis … fluid kan … biar gak dehidrasi … kalau masih nemen .. ke
puskesmas
.. dikasih oralit deh
Anak kota pup lembak atau diare ringan … dibawa ke RS the best in town
hehehe
… Puyer AB dengan ensim, lactoB, Nifural, dan nafsu makan … katanya
“obat”
nafsu makan hehe
Malah tambah lembek pupnya wong gak butuh tapi kok dikasih AB.

….Salahkah saya kalau lantas bergumam … Hmmm nikmatnya jadi anak desa
….

Anak desa batuk vs anak kota batuk
Anak desa batuk dikasih air jeruk nipis hangat … air jahe … hehehe …
uenak
and nikmat tenan …
Nemen? …. jalan ke Puskesmas … dapat OBH
Kalau rada kaya Puskesmasnya dikasih puyer batuk hehehe tapi isinya lebih
slim
ketimbang puyer kota

Anak kota batuk … duh … begitu keluh Ibu
Ada data rinci tanggal sekian batuk kering … 2 hari kemudian grok grok,
lalu
muntah … pokoknya laiknya penyusunan suatu delik aduan .,.. rinciiii
banget
Ke dokter, obatnya salbutamol teofilin, bisa juga tambah codein, terus ada
anti
alergi dan AB, dan hampir pasti steroid … hikkkkkksss
Medicine is an arts …
Hus … Medicine is a science!

…. Salahkah saya kalau lantas bergumam …. Subhanallah … Betapa
beruntungnya jadi anak desa …

Anak kampung asli makan … vs … anak kota makan semu
Anak kampung makan belut seger baru ambil dari sawah, pake sambel sama lalap
lalapan ….
Keringetan … nambah …. adanya tinggal pepes tahu … cocol lagi ke
sambel
… ah masih ada daunsingkong rebus .. lumayan pake sisa ikan asin …

Anak kota … katanya gak nafsu makan (meski perutnya tambun) …. meski
hidangan di meja makan apa sih kurangnya … dan kalau masihb kurang tinggal
teriak sama mbak/BS … kalau perlu bisa delivery order hehehe
Gak gak … anak kota selera makannya rendah
Menu makanan pun jadi beda banget
Ada multivitamin, ada susu plus plus, ada nafsu makan, ada buat sistem imun
(kalau gak nafsu makan kan nanti daya imun bisa turun begitu celetuk seorang
ibu
kota) … sayurnya juga bukan rebusan atau kukusan atau lalapan mentah …
sayurnya anak kota dah dalam bentuk kapsul, serbuk, sirup dll

… salahkah saya kalau lantas bergumam … hmmm … nikmatnya jadi anak
desa

Anak kampung main layangan, main di kali, main di sawah … vs …. anak
kota
main di mall
… salahkah saya kalau lantas bergumam … duh kayanya kehidupan anak
kampung….

Ibu kampung bedding in …. vs … Ibu Kota bingung rooming in gak ya
… enaknya lahir di kampung .. 24 jam dipeluk mamah …. serasa masih dalam
kandungan … gak berasa dah di dorong brojol ke dunia yang “keras” ini
Masih hangat, masih mendengar degup jantung mu Mak
24 jam nyium bau badanmu Mak
Aku merasa aman mamah …
ternyata dunia tak sekeras yang aku duga semula

…. Salahkah saya kalau lantas bergumam … beruntungnya bayi desa …
hangat
dan nyaman serta diselimuti rasa aman

Ibu kampung menyusui … vs …. kebingungan ibu di kota
Gak ada cerita baby blues, gak ada cerita bingung, gak ada cerita mertua
atau
ibu yang membujuk sufor, gak pusing apa sufor terbaik buat anak … tancap
asi
24 jam sehari, 7 hari seminggu, 12 bulan setahun … terus deh
Ibu di kota … gamang … asi gak bakal cukup katanya …
asi mah sekarang dah jadi “hikayat”

memang … kalau bicara pendidikan, lahan kerja, peluang …
di kota lebih terbuka lebar
tapi … kalau kita bantu saudara2 kita di kampung …
jangan2 anak kampung bisa ngebut menyaingi anak kota hehehe

dongeng sebelum tidur

selamat malam
maaf yaaa masih banyak hutang

wati

Comments (2) »

Cinta 13 : Selamat

jakarta, 21 Desember 2006
jam 10.42 malam

Dear all
Selamat malam
Sudah nyenyak di peraduan?
Badan sudah tidak karuan nih hehehe tapi masih buanyaaak hutang saya
Belum jawab milis, belum bikin BR, belum bikin pelangi, deadline buku kedua,
final report, dst dst

Sebetulnya, saya sejak hari sabtu menunggu hehehe
siapa tahu ada yang ingat
Ternyata tadi sore ada yang ingat … Rifa (ketua famgath tahun lalu) …
kirim
SMS
Selamat HUT ke3 Milis Sehat

Aduh senangnyaaa
Usia 3 tahun usia yang sangat sangat belia …
Eagerness nya besar, rasa ingin tahunya tinggi, “berani” (meski sering
terantuk,
terbentur, terguling hehehe),
serta sudah ingin berteman, sudah mulai agak bijak ketimbang di usia
sebelumnya…
Usia menyerap banyak informasi

Saya berdoa, kiranya demikian pula dengan milis ini
Ada rasa ingin tahu yang besar, ada kolegialitas/kekeluargaan yang erat, ada
kasih sayang.
Semoga milis ini juga ngangenin ya hehehe
Kalau tak jumpa sehari … wuihhh kayak sebulan .., Semoga …. amiin

Masih panjang nian perjalanan kita ya
Tapi perjalanan panjang ini akan membawa rahmat dan manfaat apabila kita mau
belajar dari hal kecil sekalipun
Apabila kita mau belajar dan mengambil hikmah dari pengalaman kita maupun
pengalaman orangtua lainnya

Perjalanan panjang ini akan sangat efisien dan efektif apabila kita berupaya
mempraktekkan pengetahuan kita serta menyebarluaskannya

Saya berdoa, semakin hari, kita semakin bijak, smart, tetapi teguh (misalnya
nih
hehehe … kalau di awal kita minta imunisasi simultan, bagaimana kita
memperjuangkannya sehingga apabila dokternya kekeuh “menolak” simultan,
dengan
manis kita minta permisi?
Mungkin lho, siapa tahu strategi truf ini bisa dipakai
Untuk pembelajaran …

Siapa tahu, semakin banyak orangtua yang menyatakan ketidak inginan akan
puyer
… sehingga anak secara tidak langsung terhindar dari polifarmasi.
Semakin banyak orangtua yang tidak langsung membeli resep melainkan bertanya
atau browsing terlebih dahulu. Bukankah anak sakit umumnya bukan sakit gawat
darurat? Obatnya bisa ditunda beberapa jam?

Siapa tahu, kita semakin bijak menyikapi kampanye ASI yang bekerjasama
dengan
susu formula .. bijak dalam artian, kita memahami potensi besar vested
interest.
Kita bicara, dan kita menulis surat terbuka .. sehingga secara bertahap
..violation terhadap kode internasional pemasaran produk pengganti ASI tidak
lagi separah saat ini

Saat ini, dibutuhkan suara suara tulus sebagai “watch dog”
Mestinya media bisa …
Sambil menunggu media, yuk kita bicara
Bukan bicara nada keras membentak bentak lho ya hehehe

Saya teringat pakar Quality and Safety in health care, Dr ken Harvey dari La
Trobe University
Dalam salah satu presentasi nya beliau mengajak agar kita terus dan terus
bicara

Meski mungkin sedikiiit sekali yang mau mendengarkan hicara kita … tetapi

Dengan bicara …. sedikitnya kita menjaga diri kita sendiri, mengingatkan
diri
kita zsendiri agar tetap rasional, bijak dan cerdas

Oleh karena itu, bicaralah
Bicara di milis
Bicara di media cetak
(saya berdoa, tahun 2007, bermunculan member milis yang tulisannya dimuat di
media cetak)

Selamat Ulang Tahun
Mohon pengertian atas segala kekurangan

Salam sehat dan salam Cinta
wati
(masih buanyaaak hutang hehehe)

Leave a comment »

%d bloggers like this: